Ruhut Bilang yang Ngotot  Agar Indonesia Lockdown Itu Punya Niat Busuk Agar Negara Kacau
Ruhut Sitompu (Sumber - Fajar)

Nasional, mediakita.coRuhut Sitompul menyebut mereka yang ngotot agar pemerintah melakukan lockdown dalam menangani Covid 19 memiliki niat busuk agar negara kacau. Tak hanya itu pria yang terkenal dengan blak – blakannya itu adalah barisan sakit hati dan kadru – kadrun gagal total.

Sebaliknya Ruhut memuji Presiden Jokowi yang dengan arif dan bijaksana menunda lockdown. Ruhut menyebut seandainnya Presiden Jokowi melakukan lockdown maka Indonesia akan rusuh seperti yang terjadi di Mexico, India dan bangsa – bangsa lain di dunia.

Melalui akun twitternya Ruhut berkicau, ‘100 utk Pak Joko Widodo Presiden RI dgn Arif  & bijaksana menunda lockdown, lihat India Mexico & beberapa Negara di Dunia, krn belum siap menjadi rusuh. Jadi yg selama ini ngotot Lockdown ketahuan niat busuknya barisan sakit hati & kadrun2 gagal total Indonesia Aman.

Seperti diketahui bahwa ada beberapa orang yang terus menerus mengeluarkan pernyataan – pernyataan pedas agar pemerintah menempu cara lockdown untuk mengendalikan penyebaran covid 19.

BACA JUGA :  Meriah, Kemah SMK Randudongkal Usung Tema Kemah Sejatinya

Sebut saja misalnya Rizal Ramli, Fadli Zon, Said Didu, Faisal Assegaf , dll. Terakhir hari ini Fadli Zon lagi – lagi melontarkan sindiran pedasnya dengan menyebut pemerintah Jokowi adalah pemerintahan dungu.

‘Selain menghadapi wabah #COVID19 kita juga menghadapi ‘wabah kedunguan’ mungkin lebih cepat mengatasi wabah covid 19’ cuit  Fadli melalui akun twitternya https://twitter.com/fadlizon

Sebelumnya Ruhut mengajak masyarakat agar memiliki kebersamaan untuk membantu pemerintah mengatasi wabah Covid 19 serta berdoa menurut agama dan kepercayaan masing – masing.

Ruhut berkata, ‘Damai di bumi mari dgn samnagt kebersamaan kita bantu pemerintahan Pak Joko Widodo, Pemerintah Daerah 34 provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota utk mengatasi COVID 19. Kita bawa dlm do’a menurut Agama Kepercayaan kita masing2 ‘Bersama kita pasti bisa’. Merdeka