Sejumlah Pendaki Masih Nekat Masuki Gunung Slamet
Pendaki Gunung Slamet

Pekalongan, Mediakita.co – Puncak Gunung Slamet tertutup untuk pendakian HUT RI ke-70 ini. Hal ini mengingat aktivitas vulkanik Gunung Slamet yang masih pada level waspada. Namun Meski dilarang, masih ada sejumlah pendaki yang nekat mendaki melalui jalur-jalur tikus.
Petugas Pendakian Gunung Slamet Jalur Bambangan, Kabupaten Pemalang, Sugeng Riyadi di Pekalongan, Minggu, mengatakan puncak Gunung Slamet di tutup untuk pendakian, dua kilometer dari puncak kawasan larangan untuk dimasuki.
“Status Waspada masih belum diturunkan sejak Mei 2015 karena aktivitas vulkaniknya masih tinggi. Kami minta aktivitas masyarakat tidak lebih dari dua kilometer dari puncak Gunung Slamet,” katanya.

Ia mengatakan masyarakat maupun pendaki diharapkan mau mengindahkan larangan itu sebagai upaya mencegah kejadian yang tidak diinginkan bersama. Meski Gunung Slamet berstatus Waspada, kata dia, masih ada sejumlah pendaki yang tetap nekat mendaki ke arah puncak gunung terbesar di Jawa Tengah itu melaui jalur tikus atau jalan tidak resmi atau sembunyi-sembunyi.

Menurut dia, untuk mencegah adanya pendaki yang nekat mendaki ke arah Gunung Slamet, pihaknya telah berkoordinasi dengan tim SAR menjaga semua jalur pendakian. “Ada sejumlah pendaki yang tetap nekat main ‘kucing-kucingan’ dengan petugas mendaki ke gunung meski ada sanksi tegas,” katanya.

BACA JUGA :  Di Tegalharja, Ada Tank Tempur Bakal Melintas di Karnaval Kemerdekaan

Ia menambahkan para pendaki tersebut sudah diimbau untuk membatalkan rencana pendakian karena aktivitas Gunung Slamet hingga kini masih berbahaya.