Empat Desa di Kabupaten Pekalongan Kesulitan Air Bersih

Kajen, Mediakita.co–  sebanyak 1.815 kepala keluarga (KK) dari empat desa di Kabupaten Pekalongan kesulitan mendapatkan air bersih.Kondisi yang diakibatkan oleh cuaca panas ini diprediksi bakal berlangsung hinggga Bulan September mendatang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Bambang Sujatmiko mengatakan, sebanyak 1.815 KK mengalami dampak kekeringan. Menurutnya, hal ini diakibatkan karena cuaca panas yang terjadi belakangan ini.

Akibatnya, debit air di sungai menurun. Sehingga, resapan-resapan air sungai menuju sumur warga sangat minim. Imbasnya masyarakat alami kesulitan mencari air bersih untuk kebutuhan rumah tangga, seperti minum, memasak
dan lain-lain ujar Bambang, Jumat  lalu (7/8).

Seribu lebih KK tersebut meliputi 995 KK di Desa Purworejo, 300 KK di Desa Klunjukan, dan 20 KK di Desa Kedungjaran Kecamatan Sragi, serta 300 KK di Desa Pantianom Kecamatan Bojong.

“Sejauh ini, memang masyarakat masih bisa mencari air bersih di sumber air tertentu. Hanya saja memang langka. Berdasarkan pantauan kami di lapangan, memang debit air kurang sehingga resapan aliran sungai ke sumur-sumur
sedikit,” terang dia.

BACA JUGA :  Berpotensi Banjir, BMKG Berikan Status Siaga Untuk Pemalang

Untuk membantu warga mengatasi kesulitan air bersih, pihaknya akan melakukan dropping air bersih di empat desa tersebut.  “Saat ini proposal sudah kami ajukan. dropping akan segera kita lakukan untuk membantu warga mengatasi kesulitan air bersih,” jelasnya.