JAWA TENGAH, mediakita.co- Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Harkat Negeri (UHN) Tegal, menggelar diskusi bertemakan jurnalisme dalam era Artificial Inteligent (AI), Senin (5/1/2026).
Kegiatan diskusi tersebut, selain dari narasumber internal kampus, juga menghadirkan praktisi jurnalistik, yaitu Mukorobin.
Ia merupakan jurnalis yang bekerja di Radio Republik Indonesia (RRI) Perwakilan Purwokerto.
Dalam paparannya, ia menyampaikan bahwa kerja-kerja jurnalistik harus mengikuti ketentuan yang berlaku. Dalam hal ini adalah dari Dewan Pers.
“Media arus utama memiliki struktur redaksi, untuk jadi redaksi harus melalui mekanisme uji kompetensi,” ujarnya.
Baginya, sebuah media juga mempunyai tanggung jawab etik dan disinilah letak perbedaan dengan media sosial.
“Media arus utama itu punya tanggung jawab etik, sedangkan media sosial itu tidak ada sama sekali,” tuturnya.
Kata dia, saat ini mayoritas media yang ada di Indonesia, 80 persen diantaranya berbasis online (siber).
Oleh karena itu, media siber harus bisa beradaptasi dengan keadaan. Terutama pada kehadiran teknologi AI.
Namun demikian, AI bukan untuk menggantikan jurnalis, AI hanya menjadi tools (alat) pada proses pengolahan produk jurnalistik.
Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UHN Tegal, Himawan Ardhi Ristanto, menjelaskan, tujuan dari kegiatan ini, yaitu supaya mahasiswanya bisa belajar langsung dari praktisi.
Selanjutnya Dekan Fakultas Sosial dan Humaniora UHN Tegal, Ida Farida, menambahkan, kegiatan ini penting untuk mahasiswa.
“Pemahaman tentang materi yang disampaikan oleh narasumber sangat relevan dan ini bisa menjadi bekal apabila mahasiswa berkarir dalam bidang jurnalistik,” paparnya.
Kegiatan diskusi ini selain diikuti mahasiswa dari UHN Tegal, juga diikuti mahasiswa dari kampus lain dari dalam dan luar kota.
Oleh: Arief Syaefudin











