Aliansi eSport Independen Gelar Turnamen Game Online, Ini Para Jawara Dan Alasannya
Bambang Mugiarto Menyerahkan Piala Kepada Pemenang

PEMALANG, mediakita.co– Lomba eSport Game mobile Legent, untuk kali pertama dalam sejarah di Pemalang,  Minggu (25/8/19), rampung digelar. Setidaknya, ratusan peserta dengan antusias mengikuti lomba jenis olah raga yang pada Asian Games tahun 2018, untuk pertama kali turut serta dilombakan.

Kontingen Indonesia, saat itu, berhasil mencetak sejarah baru sebagai Negara di Asia Tenggara pertama yang mendapatkan medali terbanyak. Tercatat, dalam Asian Games 2018 terdapat enam game yang dipertandingkan. Pertama, Leage of Legent (LOL), kedua, Heartstones,  ketiga Pro Evolution Soccer (PES 2018), keempat : Starcraft II, kelima : Clash Royale dan keenam : Arena Of Valor (AoV).

Lomba eSport di Pemalang, digelar oleh Aliansi eSport Independen Pemalang (AEIP). Memperebutkan piala kemerdekaan, eSport dihelat dalam rangka peringati HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74.

Surya Akbar Rizqinata selaku founder AIEP mengatakan bahwa sebetulnya banyak potensi altit E-Sport di Pemalang dan Profesional game (baca:E-sport) berbeda dengan kecanduan game.

“Game sangatlah berbeda antara kecanduan game dan profesional game. Maka dari itu kita sama-sama membentuk fondasi ekosistem eSport. Karena banyak sekali potensi atlet e-sport di pemalang, “Katanya.

BACA JUGA :  Kasus Keracunan Ikan BPNT di Pemalang Berjumlah 113 Orang, Begini Proses Hukumnya

Lebih lanjut ia mengatakan AEIP adalah wadah rintisan bagi para atlet eSport di Pemalang. Ia pun siap untuk memberi support dan mamanage atlet tersebut.

Aliansi eSport Independen Gelar Turnamen Game Online, Ini Para Jawara Dan Alasannya
Surya Akbar Rizkinata selaku founder AIEP (kanan), sedang menyerahkan Piala

“Pertandingan ini tujuan utamanya untuk menyediakan wadah dan menyaring atlet berbakat untuk di jadikan tim profesional.  AEIP adalah rumah besar bagi mereka yang menyiapkan diri untuk memfasilitasi dan mensupport mereka, “Tambahnya.

Pertarungan para gamer Pemalang ini dimulai sejak tanggal 17 Agustus 2019 diikuti oleh 33 tim dan hari ini, minggu (25/8/19) telah memasuki babak 8 besar. Bertempat di Wapres Jk Pemalang.

Juara pertama disabet oleh Tim Public Is Real. Yang digawangi oleh para atlet muda seperti  Zidan, Amin, Arul, Victor dan Ravid. Mereka mengantongi hadiah pertama sebesar satu juta rupiah, piala dan sertifikat dari panitia.

Juara dua dipegang oleh tim Tim UxB.  Dengan kapten yang dipegang marshal, ia mampu mensolidkan permainan para atlet berbakat satu timnya yang teridi dari Ali, Dikin, Yogi, Adnan dan Geo. Mendapat hadiah uang tunai sebesar 750 ribu rupiah, sertifikat dan piala panitia.

Sementara, posisi jawara ketiga dipegang oleh Tim WR9. Mereka adalah Kris, Imron, Riski,  Zaen dan Alip. Satu tim yang solid dalam permainan dan tak mudah di jebol oleh lawan tandingnya. Dengan posisi ini, mereka berhasil memboyong piala, sertifikat dan uang tunai sebesar 500 ribu rupiah dari panitia.

BACA JUGA :  Lagi – Lagi Nama Moeldoko Kembali Trending di Medsos karena Pernyataannya yang Kontroversial

Bambang Mugiarto, penasehat AEIP yang hadir dan menyerahkan hadiah lomba menyebut lomba ini digelar sebaga sarana untuk memberi wadah dan memanage passion generasi milenial. Selain itu, ia berharap lomba ini bisa memangkas stigma negatif dari masyarakat bagi anak-anak muda yang memiliki skill funtustic.

“ Tidak semua orang tau bahwa game sudah masuk cabang olah raga kan ? Jadi lomba ini sebagai salah satu cara edukasi bagi kita yang awam. Selain tentunya, mendoong mereka untuk bisa membagi waktu sebagaimana orang berolah raga umumnya. Kapan bermain game, kapan belajar, harus dikelola dengan baik dan benar,” harapnya.

BM, demikian panggilan akrab bagi Bambang Mugiarto, mengkalim bahwa lomba ini juga merupakan proses awal dan wujud dari andilnya untuk menyongsong pemajuan indutri 4.0,” pungkasnya singkat, mengakhiri pembicaraan.

 

Laporan : Nur Iman