Aneh!! Banjir Bandang Lumpur di Atap Gunung Slamet, Kecamatan Pulosari Pemalang
(Dok.istmw) Banjir Bandang di atap gunung slamet

PEMALANG, Mediakita.co – Banjir lazim di daerah rendah atau cekungan, tapi ternyata banjir juga bisa terjadi di atas gunung. Di atap Gunung Slamet sempat dilanda banjir bandang lumpur pada Selasa, (9/2).

Curah hujan tinggi di wilayah lereng Gunung Slamet turut menjadi penyebab banjir lumpur yang terjadi di atap Gunung Slamet. Video banjir lumpur di atap Slamet sempat beredar di media sosial.

Warga yang tinggal di permukiman yang dekat dengan gunung diimbau waspada. Kemungkinan adanya banjir susulan yang masih bisa terjadi kapan saja terlebih mengingat intensitas hujan yang masih tinggi saat sekarang.

Banjir lumpur yang terbawa derasnya arus sungai membawa sejumlah material longsoran dari arah puncak gunung tertingi di Jawa Tengah itu. Banjir juga sempat terlihat dari Sungai Gintung di Desa Penakir Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang yang tiba-tiba berwarna sangat keruh, warnanya pekat hampir menyerupai tanah bergerak.

https://youtu.be/xJubbCg-lW8

Salah satu warga lereng Gunung Slamet Nisom, membenarkan adanya banjir lumpur itu terjadi di lereng gunung bersamaan dengan hujan yang sangat deras. Banjir bahkan sempat meluap ke jalanan.

BACA JUGA :  Alibi Warung Sembako, Namun Menyediakan Miras Didalamnya

Saat ini Pemerintah Desa Penakir Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang bersama sejumlah relawan dan BPBD Pemalang sudah meninjau langsung ke lokasi gunung. Mereka ingin memastikan titik longsor, sekaligus menganalisa potensi bahaya bagi daerah sekitarnya.

“Banjir lumpur, karena longsor di lereng Gunung Slamet, kemarin sudah kita cek, kita perkirakan titik longsor berada di ketinggian 1.600 Mdpl,” ungkap Kades Penakir Agus Riyadi, Selasa (9/2).

Saat ini kondisi di wilayah longsoran dari hasil pantauan mediakita.co tidak terjadi curah hujan tinggi. Kendati demikian warga diminta tetap harus mewaspadai karena cuaca saat ini cenderung ekstrim. (tim mediakita.co)