Atasi Kelangkaan APD Jateng Produksi Sendiri, Ganjar: Daerah Harus Membantu Pusat Bukan Justru Membebani
APD Produks Jateng (Sumber:tribunnews.cmm

Jateng, mediakita.co – Langkanya Alat Pelindung Diri (APD) dalam menangani covid 19 membuat para tenaga medis was – was dalam melakukan tugasnya di lapangan. Tak hanya was – was tapi beberapa di antaranya marah – marah. Merespon hal tersebut pemerintah pusat terpaksa harus mendatangkannya dari luar negeri.

Namun Pemerintah Jawa Tengah memilih untuk memproduksinya secara mandiri. Hal ini dilakukan meringankan pemerintah khususnya pemerintah pusat dalam menangani panedmi covid 19 yang semakin mengkhawatirkan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan bahwa  pemerintah daerah harus membantu pemerintah pusat dan jangan memebebaninya.

‘Kita di daerah harusnya membantu pusat, jangan membebani pusat. Caranya dengan kreatif mencari dan membuat sendiri apa yang dibutuhkan saat ini’ ungkap Ganjar lewat akun twitternya https://twitter.com/ganjarpranowo.

Produksi Alat Pelindung Diri di produkasi oleh RS Moewardi Surakarta secara mandiri dengan kemampuan produksi 250 pak perhari dengan harga yang jauh lebih murah

Menurut Ganjar produksi APD secara mandiri ini dapat mengatasi kelangkaan APD di Jawa Tengah sehingga tenaga kesehatan dapat melakukan tugas – tugasnya dengan aman dan lancar.

BACA JUGA :  Inilah no Urut Cagub-Cawagub DKI Jakarta. Ahok-Djarot no Urut 2

‘Bagi rumah sakit – rumah sakit yang ada di Jawa Tengah bila membutuhkan APD tersebut bisa langsung menghubungi Dinas Kesehatan Provinsi’ imbuh Ganjar.

Di kesempatan berbeda Gubernur berambut putih itu juga menyampaikan bahwa kita harus lebih serius lagi mengantisipasi dan mencegah penyebaran covid 19. Ganjar pun memerintahkan semua jajarannya mulai dari Walikota/Bupati, Camat, Lurah/Desa, RW/RT untuk aktif mengecek warganya siapa yang masuk dan siapa yang keluar, siapa yang ODP, dll.

‘Hari ini saya sudah meminta kawan – kawan Bupati/Walikota untuk menggerakkan kekuatan sampai tingkat camat, lurah, desa RT dan RW untuk mengecek satu persatu, siapa yang masuk, siapa yang batuk dan siapa yang flu, kita sama – sama bergerak bersama’ tutur Ganjar.