Urus Sampah, RSU Santa Maria Gandeng Bank Sampah Pemalang
Bank Sampah Pemalang - RSU Santa Maria

Pemalang, Mediakita.co – Rumah Sakit Umum (RSU) Santa Maria mengadakan perjanjian kerja sama dalam pengelolaan sampah di lingkungan rumah sakit dengan Bank Sampah Pemalang.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan di RSU Santa Maria oleh Dr. Widodo Yulianto selaku direktur RSU Santa Maria dan Abu Khaeri, selaku Manager Bank Sampah Pemalang.

“Semoga dengan adanya kerja sama ini, Bank Sampah Pemalang bisa membantu penanganan sampah non-medis di lingkungan Rumah sakit Santa Maria,” harap dr. Widodo.

Bank Sampah Pemalang adalah lembaga non pemerintah yang menerapkan sistem pengelolaan sampah berdasarkan prinsip 3R: Reduce (mengurangi sampah), Reuse (menggunakan kembali), Recycle (mengolah sampah). Di beberapa kota di Indonesia, keberadaan Bank Sampah sudah ada sejak lama dan sudah berkembang bukan saja berkaitan dengan pengelolaan sampah, tetapi sudah memanfaatkan sampah mempunyai nilai ekonomis yang bisa dirasakan oleh masyarakat luas.

“Kita, di Pemalang ini masih tertinggal. Pengelolaan sampah hanya mengandalkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan pemberdayaan sampah yang lebih tersistem belum dikembangkan. Jadi kami, dari Bank Sampah Pemalang berharap peran serta dan dukungan masyarakat termasuk instansi dan perusahaan swasta di Pemalang untuk bersama-sama membangun Pemalang yang lebih bersih dan menciptakan pendapatan bagi masyarakat. Misalnya dari sampah kita bisa memproduksi biogas dan kompos,” jelas Abu Khaeri.

BACA JUGA :  Ganjar Undang Seluruh Warga Hadiri Apel Kebangsaan Kita Merah Putih Apapun Pilihan Politiknya

Di Malang, bahkan keberadaan Bank Sampah telah membantu masyarakat untuk mengurangi beban ekonomi keluarga, dengan memanfaatkan sampah rumah tangga untuk membayar listrik, membayar BPJS dan lain-lain, imbuh Abu Khaeri. Sejauh ini Bank Sampah Pemalang baru bekerja sama dengan beberapa instansi, sekolah dan belum sampai ke tingkat pedesaan. Rencana ke depannya, di setiap desa di Pemalang akan didirikan unit-unit BSP.

“Ada beberapa sekolah yang sudah menyatakan minatnya menjadi mitra BSP. Kami sangat menghargai sekolah-sekolah yang menyambut baik program ini, karena disamping bisa menjadi model pendidikan aplikatif tentang Lingkungan Hidup juga bisa membantu siswa dan kelas untuk mendapatkan uang dari pola hidup sehat. Sangat bagus saya pikir untuk sekolah-sekolah,” lanjut Abu Khaeri.

Ke depannya BSP sudah mempunyai rencana membuat pilot project unit di pedesaan. Ada 2 desa yang siap menjadi proyek percontohan.

Abu Khaeri mengatakan sangat berharap bantuan pemerintah dan tokoh-tokoh masyarakat yang peduli dengan lingkungan hidup dalam menjalankan program ini. Karena boleh dibilang ide Bank Sampah ini masih bayi, masih banyak yang harus dilengkapi termasuk sarana dan prasarananya.

BACA JUGA :  Jadi Hutan Beton, Kota Randudongkal Hadapi Polusi Udara

“Semoga dalam suasana Pilkada ini, semua pihak tidak larut total dalam eforia suksesi kepemimpinan di Pemalang dan masih menyimpan kepedulian terhadap hal-hal kecil yang langsung menyentuh rakyat kecil seperti permasalahan sampah ini,” pungkasnya.

Dukung Bank Sampah Pemalang dengan LIKE! Facebook Bank Sampah Pemalang