Bikin Mingkem. Begini Sanggahan Guru Besar Fisip Unair, Tentang Pembangunan Smelter Freeport di Jatim yang Disoal Natalius Pigai

JAKARTA, mediakita.co- Guru Besar Fisip Universitas Airlangga (Unair), Henry Subiakto seperti sedang menyanggah pernyataan mantan komisioner Komas HAM Natalius Pigai.

Melalui akun Twitter pribadinya, Henry Subiakto menjelaskan mengapa Smelter Freeport terbesar dunia dibangun di Gresik Jawa Timur, dan bukan di Papua. Pernyataan ini diunggah henry, sehari setelah postingan Pigai yang menyoal pembangunan Smelter Freeport itu.

Diberitakan sebelumnya, Pigai menyebut pembangunan Smelter Freeport di Jawa Timur tidak adil bagi Papua. Bersamaan dengan itu, Pigai juga menanyakan Papua dapat apa dengan pembangunan Smelter Freeport di Jatim.

“Ini tidak Adil bagi Papua. Papua dapat apa?. Semua yang baik akan terlihat, yang buruk juga akan ketahuan. Saya bukan orang Jahat, Saya pembela kemanusiaan & keadialan!,” tweet NataliusPigai, dengan akun Twitter pribadinya @NataliusPigai2, Rabu (13/10/2021).

ajibpol

Pernyataan Pigai itu menjadi sorotan publik. Seperti sebelum-sebelumnya, pernyataan Pigai ini pun melahirkan Pro kontra  baru disejumlah platform media sosial.

BACA JUGA :  BIN Gelar Vaksinasi Door To Door di Pemalang, Begini Tanggapan Warga

Pagi hari ini, Rabu 14 Oktober 2021, Henry Subiakto, yang juga mantan Staf ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Hukum menyampaikan pendapatnya melalui di unggahan twitter pribadinya. Henry mengawali kalimatnya dengan menyatakan, semalam ada yang nanya.

Sebagaimana Pigai, pakar komunikasi yang mengajar di Unair itupun menyertakan flayer berisi foto presiden Jokowi dengan latar belakang alat-alat berat. Flayer itu yang sama dengan unggahan Pigai, bertuliskan Smelter Freeport Di Gresik, Baru Konstruksi Sudah Serap 40 Ribu Tenaga Kerja.

Menurut Henry, alasan pembangunan Smelter Freeport di Jatim karena limbahnya langsung digunakan sebagai bahan baku pabrik pupuk Petro Kimia. Selain itu, smelter itu melengkapi PT Smelting yang sudah berada di Gresik.

“Smalam ada yg nanya, knp Smelter Freeport terbesar di dunia dibangun di Gresik tdk di Papua? Ini jawabnya, limbah Smelter itu langsung jd bahan baku petro kimia yg pabriknya sdh ada di Gresik. Ini namanya efektivitas. Lagian smelter itu melengkapi PT Smelting yg sdh ada di sana,” tweet Henry Subiakto, dalam akun @henrysubiakto, Kamis (14/10/2021).

Seberti telah diberitakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pabrik smelter PT Freeport Indonesia di Gresik, Jawa Timur, Selasa (12/10/2021).

BACA JUGA :  Peringatan Hari Tani Nasional, GMNI Soroti Minimnya Regenerasi Petani

Presiden berharap, pabrik smelter tersebut kedepan dapat meberi dan menjadi nilai tambah dari sektor pertambangan. Dimana semua proses hilirisasi akan dapat dilakukan di Indonesia.