Bu Risma Gerak Cepat Perangi Corona Di Surabaya, Netizen Ke Anies: Apa Kabar Pak Terapi Kejut?
Tri Rismaharini Turun Tangan Melakukan Penyemprotan Desinfektan

Nasional, mediakita.coWalikota Surabaya Tri Rismaharini bergerak cepat memerangi Virus Corona di Surabaya. Sejak awal Corona diberitakan melanda Kota Wuhan Walikota Tri Risma Harini sudah mengantisipsinya dengan membeli masker dan membagikan secara gratis untuk warganya.

Selain aktif mengajak masyarakat agar bekerja keras melawan covid 19 Walikota Surabaya juga menyiapkan fasilitas seperti pemasangan alat cuci tangan portable dan hand sanitizer diberbagai tempat. Tak hanya itu Pemkot Surabaya juga melakukan penyemprotan desinfektan di tempat – tempat umum bahkan pemasangan human sterilization yang berfungsi menyemprotkan cairan desinfektan untuk manusia yang masuk ke tempat – tempat tertentu.

Langkah Pemerintah Kota Surabaya ini menuai pujian dari masyarakat Indonesia hingga nama Bu Risma trending di jagad maya twitter (19/03/20). Banyak pihak menilai bahwa langkah Bu Risma tersebut menunjukkan bahwa Surabaya lah yang paling siap menghadapi wabah Covid 19 yang sedang menggoncang Indonesia dan dunia.

‘Bu Risma dalam melindungi warganya bekerja dalam senyap dan tidak banyak disorot media, dia juga taat pada intruksi pemerintah pusat dan tidak mencari panggung untuk mendulang ketenaran’ ungkap penggiat media sosial Denny Siregar

BACA JUGA :  Bhabinkamtibmas Menghadiri Mudes Iser

Meski telah bekerja keras melindungi wrganya dari virus covid namun warga Surabaya masih juga terpapar dengan virus paling mematikan tersebut. Terhitung sudah ada enam orang warga Surabaya yang positif covid 19.

Netizen membandingkan aksi Bu Risma tersebut dengan aksi Gubernur DKI Jakarta yang dianggap gegabah dan hanya mencari panggung untuk dirinya.

‘Surabaya sudah mulai penyemprotan desinfektan. Jakarta kapan? Wahai Pak Terapi Kejut? Cuit akun @https://twitter.com/RonnyYulianto7.

Hal ini diungkap netizen karena Gubernur DKI Jakarta menyebut kebijakanannya yang membatasi transportasi di Jakarta sebagai terapi kejut untuk masyarakat. Hal itu diungkapkan Anis setelah kebijakannya dikritik banyak pihak karena menyebabkan penumpukan manusia di mana – mana.