BUMDesa Pebatan Gelar Santunan Anak Yatim Piatu
BUMDes Pebatan gelar santunan anak yatim piatu

BREBES, mediakita.coBadan Usaha Milik (BUM) Desa Pebatan “Maju Bersama” melakukan program Tangung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau yang dikenal Corporate Social Responsibility (CSR) yaitu santunan anak yatim piatu Dipenghujung bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.

Dalam mendukung pemerintah untuk menerapkan protokol penanggulangan Covid-19, acara santunan tersebut dilakukan secara sederhana dan hanya mengundang 15 anak yatim piatu.

Santunan kepada belasan anak yatim piatu itu diberikan langsung oleh BUM Desa Pebatan Maju Bersama yang dipimpin oleh Soeleman, selaku Direktur, dan didampingi Moh. Abdul Ghofur selaku Kepala Desa Pebatan beserta jajarannya. Bantuan itu diberikan sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial dan Lingkungan dari BUMDes Pebatan Maju Bersama kepada masyarakat. Selain itu, aksi ini dilakukan dalam rangka mendekatkan dan memperkenalkan peran Bumdes kepada masyarakat.

“Acara ini dilakukan, sebagai bentuk kepedulian BUMDes Pebatan Maju Bersama kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Soeleman saat dijumpai disela-sela acara, Minggu (9/5/2021) di Balai Desa Pebatan, Kecamatan, Wanasari Kabupaten Brebes.

BACA JUGA :  Yayasan Wakaf Ikhsaniyah Adakan Diskusi Terbuka di Hari Pendidikan Nasional 2021

Semementara itu, Kepala Desa Pebatan, Moh. Abdul Ghofur menyampaikan, santunan anak yatim ini menggunakan sumber dana dari pendapatan BUMDes Pebatan yang disisihkan dari pengelolaan sampah dan pompanisasi di desa setempat. Pemerintah Desa (Pemdes) Pebatan juga telah memberikan bantuan insentif sebesar 300 ribu per orang kepada para guru madrasah, dan 200 ribu rupiah per orang kepada para guru ngaji dan marbot mushola dilingkungan desanya.

“Melalui anak-anak yatim dan piatu ini, kami minta didoakan agar usaha yang dijalankan oleh BUMDes Pebatan berjalan lancar dan terus memberikan manfaat bagi warga kami”, ucap Kades Pebatan.

“Sebelumnya, kami juga memberikan bantuan insentif kepada 21 guru madrasah, 16 guru ngaji dan 19 marbot mushola. Yang mana, bantuan insentif tersebut diambil dari Pendapatan Asli Desa yang merupakan dana bagi hasil BUMDes Pebatan Maju Bersama,” tambah Ghofur.

Pihaknya berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga di tengah-tengah pandemi Covid-19 yang hingga kini masih belum berakhir. (jun/dn/mediakita.co)