Jutako, Silat Asli Wong Pemalang
Jutako, Silat Asli Wong Pemalang

Pemalang, Mediakita.co – Silat merupakan seni beladiri khas tanah air. Siapa mengira, Kabupaten Pemalang menyimpan khazanah beladiri perguruan silat yang lahir dan tumbuh di kota ikhlas ini. Inilah Jutako singkatan dari Jurus Tangan Kosong.

Jutako didirikan oleh Nasrun Azarudin. Dari tangan dingin Nasrun inilah rangkaian jurus silat Jutako diramu. Sang pendiri meramu aneka gerakan dari sejumlah aliran beladiri seperti Judo, Karate dan silat. Jutako sebelumnya bernama Jukasi, awal berdiri sejak 15 Januari 1979.

“Dulu Pak Nasrun sempat bergabung di beberapa perguruan Seperti Judo, Karate, dan Silat. Tiga unsur beladiri itu digabungkan dengan nama awal Jukasi, tetapi akhirnya jukasi diganti menjadi Jutako,” tandas Puji salah seorang pelatih Jutako di Randudongkal.
Hal itu, lanjut Puji, dilakukan mengingat Jukasi masih melekat nama perguruan lain.

“Itu satu-satunya perguruan beladiri asli Pemalang, dengan jati diri sendiri sebagai perguruan yang mengusung jurus jurus beladiri dengan tangan kosong,” tuturnya lagi.

Seperti halnya perguruan lain Jutako pun punya tingkatan ban atau sabuk, mulai dari tingkat paling bawah yaitu hijau kemudian biru, cokelat, merah, kuning, oranye, kuning mas, serta sabuk khusus yang diberikan oleh ketua perguruan.
Dalam perkembangannya, Jutako kini telah menyebar di Pemalang hingga ke pelosok kecamatannya.Bahkan sudah menyebar ke sejumlah kota yakni menyebar ke berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta, Cilacap, Tegal, Brebes dan Jambi. Pemalang menjadi pusat perguruan dengan Bambang Satoto sebagai ketua umumnya. (mg. Ikhrom)

BACA JUGA :  Ini Tiga Hal yang Menyebabkan Kampanye Terbuka Capres 01 di Brebes Jadi Kampanye Paling Wow