Karena Cuaca Buruk, Hari ini Pencarian Dua ABK KM Bintang Garuda di Hentikan
cuaca buruk nelayan pemalang tidak melaut

PEMALANG, mediakita.co – Pencarian dua orang Anak Buah Kapal (ABK) KM Bintang Garuda yang tenggelam pada Rabu (27/7) kemarin, hari ini terpaksa dihentikan akibat kondisi laut yang kurang bersahabat.

Untuk saat ini pencarian dua ABK yang masih belum di ketemukan di hentikan sementara akibat kondisi laut yang kurang bersahabat dari jam 09.00 Wib ombak laut di Widuri cukup tinggi karena dari pihak Pol Air menghentikan sementara pencarian korban tenggelamnya kapal.

“Karena kondisi gelombang air laut kurang bersahabat, hari ini pencarian dua ABK yang tenggelam terpaksa kami hentikan,” Ungkap Kasat Pol Air AKP Sunardi melalui anggota Pol Air nya Budi Haryanto saat berbincang dengan mediakita.co.

Menurutnya, sejak kemarin pencarian korban, yaitu Surinto (50) warga Desa Danasari RT 11/5 dan Darno (55) Warga Kelurahan Widuri RT 05/02 belum juga membuahkan hasil, pada hari ini (29/7/16) juga dilakukan pencarian, namun dihentikan karena ada ombak besar sekitar jam 09.00 Wib.

“Setelah  ombak kembali normal pencarian akan kami lanjutkan. Pencarian korban terpaksa kami hentikan karena ombak besar datang lagi sekitar 14.00 Wib,” ujarnya.

BACA JUGA :  Kampanye Hitam di Dunia Maya Diancam Hukuman Penjara dan Denda Rp 1 Milyar

Selain Itu, Aktivis Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Cabang Pemalang, Ika Indra Sanjaya menyayangkan hal seperti ini menimpa nelayan Pemalang, padahal belum lama ini pendapatan mereka (nelayan) menurun karena tidak melaut yang diakibatkan kondisi cuaca tidak baik, tapi kenapa ketika menegtahui kondisi cuaca buruk para nelayan tetap melakukan aktifitasnya dan sekarang ini mengakibatkan kecelakaan tenggelamnya kapal KM Bintang Garuda.

“Kami menyayangkan tenggelamnya kapal nelayan, dimana sebelumnya para nelayan Pemalang tahu bahwa kondisi buruk akhir-akhir ini melanda perairan laut Pemalang, namun nelayan tetap melaut. Apakah ini sebelumnya tidak ada pemberitahuan cuaca dari BMKG. Yang jelas harus ada pihak yang bertanggung jawab atas kejadian ini,” bebernya.

Redaksi : mediakita.co