Kepala Sekolah Ini, Masuk 10 Besar Pejabat Terkaya di Indonesia
Nurhali, Kepala Sekolah SMK Negeri 5 Kota Tangerang

NASIONAL, mediakita.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merilis jumlah harta para penyelenggara negara. Bersumber dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), salah satu kepala sekolah di Kota Tangerang masuk 10 (sepuluh) besar pejabat terkaya di Indonesia, Rabu (15/9/2021).

KPK menyebut, sebanyak 70 persen harta kekayaan pejabat negara naik selama setahun terakhir.  Menurut Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan, laporan itu diketahui setelah dilakukan analisis terhadap LHKPN periode tahun 2019-2020.

Dari data KPK, Nurhali, Kepala Sekolah SMK Negeri 5 Kota Tangerang menduduki posisi ke 7 (tujuh) dalam daftar penyelenggara negara dengan harta terbanyak. Selain Nurhali, ada 4 (empat) Menteri pada Kabinet Indonesia Maju yang juga masuk jadi pejabat terkaya.

4 (empat) menteri tersebut, yaitu Menteri Pariwisata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri BUMN Erick Thohir serta Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

ajibpol

Harta Nurhali sendiri dalam laporannya tercatat sebanyak 1,6 triliun rupiah. Sedangkan hutang yang dimiliknya hanya sebesar 46 juta rupiah.

BACA JUGA :  Update Positif Corona 1 April : Tambah149 orang, Total 1.677 Kasus Positif, 157 meninggal. Presiden Siapkan RS Darurat Pulau Galang

Ia sendiri diketahui melaporkan kekayaannya pada KPK di tanggal (17/02/2021). Dia menyatakan bahwa harta yang dimilikinya adalah hasil warisan.

“Sejujurnya saya hanya melakukan kewajiban seorang penyelenggara negara. Bukan saya saja sih. Setiap tahun dilaporkan dan kenyataannya seperti itu. Terkait harta 1,6 triliun, harta tersebut adalah milik saya dan istri saya dan juga bersumber dari warisan mendiang mertua saya,” kata Nurhali.

Meski dirinya menjadi salah satu pejabat terkaya, Nurhali mengaku biasa saja dan bekerja sebagaimana mestinya menjadi kepala sekolah.

“Kalau saya sendiri tidak merasa kaya, saya tetap seorang Nurhali yang berprofesi sebagai guru yang kemudian mendapat kepercayaan sebagai kepala sekolah. Saya kerja saja sesuai pekerjaan saya,” tutup Nurhali.

 

Oleh : Arief Syaefudin