Ketum Seknas Jokowi Jateng, Apresiasi Keputusan Jokowi Tetap Dukung Pengembangan Vaksin Merah Putih dan Nusantara
Ketum Seknas Jateng Bambang Mugiarto

JATENG, mediakita.coKetua Umum Seknas Jokowi Jawa Tengah Bambang Mugiarto mengapresiasi Presiden Jokowi yang memutuskan mendukung kelanjutan pengembangan vaksin Merah-Putih dan Vaksin Nusantara untuk menjaga kemandirian di bidang farmasi.

Bambang kepada mediakita.co mengatakan bahwa dirinya sangat mengapresiasi langkah-langkah Pemerintahan Jokowi yang terus berupaya mewujudkan kemandirian bangsa dengan mendukung produk-produk buatan anak negeri sendiri.

‘Saya sangat mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Pemerintahan Pak Jokowi yang terus berupaya mewujudkan kemandirian bangsa dengan mendukung inovasi dan produk-produk anak bangsa’ tutur Bambang

Bambang juga menyampaikan bahwa apa yang dilakukan oleh para ilmuan dan peneliti khususnya para peneliti vaksin Merah Putih dan Vaksin Nusantara perlu terus didukung agar mereka sukses melakukan penelitian mereka. Karena menurut Bambang keberhasilan mereka adalah keberhasilan Bangsa Indonesia dan wujud kebangkitan Nusantara.

‘Kita perlu terus mendukung apa yang dilakukan oleh para peneliti dan ilmuan khususnya para peneliti vaksin yang sangat kita butuhkan saat ini. Kita bersyukur ada terobosan yang luar biasa tentang vaksin Merah-Putih dan Vaksin Nusantara, kita harus bangga bahwa jika mereka berhasil berarti keberhasilan bangsa Indonesia dan merupakan wujud kebangkitan nusantara’ jelas Bambang.

BACA JUGA :  Jalan Kaki Blora-Jakarta, Seorang Anak Balita Titipkan Pesan Dan Jajan Pada Lilik Untuk Jokowi

Selanjutnya Bambang menyampaikan bahwa para peneliti dan innovator harus diberi ruang seluas-luasnya agar bisa berkreasi. Bagi Bambang siapa pun yang cinta Indonesia dan kemanusiaan tak akan mempersulit mereka melaikan pasti mendukungnya karena demi kesejateraan rakyat.

‘Kalau pun ada proses-proses yang harus dilalui para peneliti tersebut jangan dipersulit apalagi seolah-olah dihalang-halangi, mereka harus diberi ruang seluas-luasnya untuk berkreasi. Saya pikir siapa pun yang merasa cinta bangsa ini dan cinta kemanusiaan  akan menanggalkan segala macam kepentingan pribadi dan kelompoknya untuk mendukung karya-karya anak bangsa yang bermanfaat untuk kesejahteraan rakyat’ tutur Bambang selanjutnya.

Seperti diketahui sebagaimana terungkap dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI dengan Kementerian dan Kesehatan (11/3/2021) bahwa uji klinis Vaksin Nusantara belum dapat dilakukan karena belum mendapat ijin dan rekomendasi dari BPOM.

Hal tersebut menurut BPOM belum dapat dilakukan karena Vaksin Nusantara belum melakukan ujian praklinis pada hewan, sehingga BPOM berhati-hati mengeluarkan ijin.

Menanggapi hal tersebut Presiden Jokowi melalui konferensi pers di istana Bogor (12/3/2021) menyampaikan bahwa pihaknya akan selalu mendukung inovasi-inovasi yang dilakukan para innovator, apalagi dalam situasi pandemik sekarang ini. Meski demikian ia mengimbau agar para innovator harus mengikuti kaidah-kaidah saintifik dan prosedur yang berlaku.

BACA JUGA :  TV One Akui Kesalahan Berita "Yasonna Minta Napi Yang Dibebaskan Kembali Ke Lapas"

‘Bapak, Ibu dan saudara-saudara yang saya hormati, inovasi adalah kunci kemajuan bagi sebuah negara tidak terkecuali Indonesia. Oleh karena itu tentunya kita akan selalu mendukung inovasi-inovasi yang dilakukan oleh para innovator kita, apalagi dalam situasi pandemic seperti saat ini. Tentu kita semuanya mendukung adanya penelitian dan pengembangan baik itu obat maupun vaksin agar terwujud kemandirian di bidang farmasi sekaligus percepatan akses ketersediaan vaksin di masa pandemic covid 19’ ungkap Presiden Jokowi

Meski demikian Presiden Jokowi mengimbau agar para innovator tersebut tetap mengikuti kaidah-kaidah saintifik dan prosedur yang berlaku.

“Saat ini vaksin yang sedang dikembangkan di Tanah Air adalah Vaksin Merah Putih dan Vaksin Nusantara, yang terus harus didukung tapi untuk menghasilkan produk obat dan vaksin yang aman, berkasiat dan bermutu mereka juga harus mengikuti kaidah-kaidah saintifik, kaidah-kaidah keilmuan dan uji klinis harus dilakukan sesuai prosedur yang berlaku’ tutur Presiden Jokowi selanjutnya.  (Prb/mediakita.co)