Lagi Salah Posting Berita,  Rektor Ini Disebut Netizen Bego dan Goblok!
Prof. Dr. Musni Umar - Rektor Universitas Chaldun

NASIONAL, mediakita.co – Rektor Universitas Chaldun Prof. Dr. Musni Umar disebut netizen goblok gara – gara cuitannya di twitter. Musni bermaksud mengkritik Menteri Tenaga Kerja yang bertanggung jawab atas kualitas tenaga kerja.

‘Maaf bu Menteri. Pernyataannya merendahkan peketja Indonesia. Tidak boleh ada Menteri apalagi Menteri Tenaga RI buat pernyataan seperti itu. Kalau rendah kualitas mereka tugasmu meningkatkan kualitas mereka’ cuit Musni melalui twitternya https://twitter.com/musniumar

Sepintas tidak ada yang salah dengan cuitan rektor yang mengaku professor sosiologi tersebut. Namun lampiran berita yang mengikuti cuitannya adalah berita tahun 2017 saat Hanif Dakiri sebagai Menteri Tenaga Kerjanya.

‘Pak Rektor udah baca beritanya belum? Itu berita tahun 2017. Menakernya masih bapak bukan ibu..Pak rektor emang gak baca atau niat provokasi doang’ cuit Pengamat Politik Yunarto Wijaya.

https://twitter.com/yunartowijaya/status/1258645629506478081?s=20

Selain Yunarto ratusan cuitan netizen juga menimpahi cuitan Musni tersebut. Berikut beberapa cuitan netizen tersebut:

‘Aduhhh…… Rektor Kok semakin lama semakin Bego sih berita 2017. Gt mau pengen jd mentri, mau jd mentri apa Prof lha masih pinter gw, gw Org Udik Petani kerjaan nyangkul di Sawah hadehhhh’ cuit https://twitter.com/RD_4WR1212

BACA JUGA :  Jokowi: Pancasila telah Memandu Bangsa Indonesia untuk Bersatu Dalam Keberagaman

’Maaf pak Rektor. Pernyataannya merendahkan ketelitian Rektor Indonesia. Tidak boleh ada Rektor seperti itu. Kalau rendah kualitas tugasmu meningkatkan ketelitian membaca berita’ cuit https://twitter.com/ps_jhon

‘Ya ampunn.. Anda itu bnar² rektor TERGOBLOG di Indonesia. Buat apa posting berita bekas di thn 2017?…. Miris seorang “rektor”, tapi OTAKnya tumpul. Ternyata makin tua, makin tambah GOBLOG yaa’ cuita https://twitter.com/ReiMichie99

Sebelumnya Professor Musni pernah juga jadi trending ditwitter karena cuitannya yang menyebarkan berita hoaks tentang corona. Ia menyebut ada 25 orang yang meninggal di Indonesia karena corona, namun beberapa jam kemudian ia meminta maaf atas cuitan tersebut.

‘Koreksi dan pembetulan yang meninggal pasien corona kasus 25 bukan 25 orang. Saya mohon aaf atas tweet yang salah. Sekali lagi saya mohon maaf atas kekeliruan dan kesalahan tersebut’ tulis Musni pada akun twitternya https://twitter.com/musniumar/status/1237987637153021953