LPG 3 Kilogram Langka Di Pasaran, Ini Penjelasan Kepala Diskoperindag Pemalang
Hepi Priyanto

PEMALANG, mediakita.coMenghilang dari pasaran, masyarakat di Wilayah Kabupaten Pemalang keluhkan kesulitan memperoleh LPG 3 kg. Belakangan, keluhan warga juga mewarnai perbincangan pengguna media sosial, khususnya Facebook.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pemalang, Hepi Priyanto yang ditemui di sela inspeksi mendadak (sidak) di Lapangan dan tempat Agen, mengakui perihal tersebut.

Menurut Hepi, sebenarnya bukan kelangkaan LPG 3 kilogram (Kg). Karena tiap hari dari agen ada penyaluran LPG 3 kg. Yang terjadi sebenarnya ada Lonjakan permintaan di Masyarakat.

“ Penyebabnya karena masih banyak acara di masyarakat. Baik Hajatan termasuk Idul Adha kemaren maupun peringatan HUT RI 74. Musim kemarau yang panjang ini juga sebagian petani ada yang menggunakan untuk pengairan,” jelasnya.

“ Penyebab lainnya adalah ada masyarakat yang panik, sehingga kebutuhan sebenarnya hanya 1 tabung, karena kepanikan terhadap pasar mereka belinya 2 sampai3 tabung,” tambahnya.

Kasus ini, menurutnya sebagai isu nasional. “ Kaget dengan ini. Saya melakukan sidak seperti ini. Dari dua agen yang saya kunjungi, hasilnya sudah sesuai. Namun kita terus melakukan pengawasan, dan saya tidak segan menindak agen LPG yang nakal. Kalau perlu, jika terbukti ada pelanggaran, akan kita cabut izinnya,” tegas Hepi.

BACA JUGA :  Sesuai Arahan Presiden, LBP Tunda Rencana Anies, Ganti Fadli Zon Nyinyir

Tidak hanya agen, Hepy juga menegaskan bahwa jika ada pengusaha yang memanfaatkan gas LPG 3 kilogram untuk kegiatan usahanya pun akan ditindak sama.

Dia menghimbau, “para pelaku usaha mikro yang memiliki kekayaan bersih Rp 20 juta atau memiliki hasil penjualan tahunan Rp 150 juta, dan masyarakat yang mempunyai penghasilan lebih Rp 1 juta per bulan dan tidak memiliki surat keterangan tidak mampu dari kelurahan setempat, untuk tidak mengonsumsi LPG 3 kg”.

“Melihat kejadian ini, Disperindag yang jadi kambing hitam. Makanya kita harus awasi di agen dan pangkalan,” keluhnya.

Ia pun berencana akan melakukan rapat koordinasi dengan seluruh stageholder membahas permasalahan ini. “Kami akan undang dari Pertamina, membahas jalan keluarnya. Jadi LPG 3 kg akan diberikan bagi mereka yang memiliki kartu indonesia harapan,” pungkasnya.

Laporan : Teguh Santoso