Meriahkan Hari Santri 2020, Mahasiswa KKN RDR UIN Walisongo Gelar Lomba Ala Santri

JATENG, mediakita.co – Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang kelompok 105 berkolaborasi dengan Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Ambokulon menggelar Lomba untuk anak-anak MDA, TPQ dan Anggota IPNU-IPPNU yang bertajuk ”Santri Sebagai Garda Terdepan dalam Mewujudkan Perdamaian” di Madrasah Darul Ulum Desa Ambokulon Kecamatan Comal, Pemalang.

Ketua Kelompok KKN, Kautsar pada Kamis 22/10/2020 mengatakan bahwa kegiatan tersebut sebagai ajang memeriahkan Peringatan Hari Santri sekaligus sebagai bentuk sosialisasi mengenai moderasi beragama. Menurutnya, santri sekarang sudah sepatutnya menjadi garda terdepan dalam mewujudkan perdamaian antar umat beragama. Untuk itu dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan bisa menjadi modal awal bagi mereka untuk menjadi santri yang moderat.

Santri Sebagai Role Model Moderasi Keberagamaan

“Kegiatan Semarak Hari Santri kali ini selain untuk memperingati hari santri juga untuk memperkenalkan bahwa santri sudah sepatutnya menjadi role model bagi masyarakat dalam moderasi keberagamaan. Nah dengan tersalurkannya bakat, minat dan kreativitas melalui kegiatan ini anak-anak diharapkan bisa menigkatkan kepercayaan diri dan dapat bersaing secara suportif sehingga nantiya mereka bisa menjadi santri yang moderat” jelas Kautsar.

Program kerja kelompok mahasiswa KKN ini, diselenggarakan dengan mengadakan lima cabang lomba ala santri di antaranya: Lomba Tahfidz Juz Amma, Da’i Milenial dan Sholawat untuk tingkat TPQ, MDA dan IPNU-IPPNU sedangkan Lomba Adzan dan Bacaan untuk tingkat TPQ. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 160 peserta lomba dari tingkat TPQ, MDA maupun IPNU-IPPNU.

BACA JUGA :  Simpati Musisi Dunia untuk Korban Penembakan di Las Vegas

Juri penilaian lomba dilakukan oleh tim mahasiswa KKN UIN Walisongo sendiri didampingi oleh Pengurus Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Ambokulon. Penilaian dalam lomba ini tetap memperhatikan kriteria penilaian lomba sesuai aspek pada setiap cabang lomba yang telah disepakati bersama.

Acara dimulai dari pukul 13.00 sampai dengan 16.00 WIB. Kemudian ditutup dengan pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah kepada Juara masing-masing cabang lomba. Para peserta begitu antusias dalam mengikuti setiap lombanya. Sehingga kegiatan ini berlangsung secara meriah dan mendapat tanggapan baik dari ketua TPQ Darul Ulum.

Respons Masyarakat

“Saya merasa senang melihat acara ini terselenggara dengan lancar. Dibandingkan tahun kemarin, acara semarak hari santri tahun ini lebih meriah. Selain dilihat dari aspek lombanya juga dilihat dari antusias anak-anak dalam mengikuti lomba. Harapan saya untuk seluruh santri yang ada di Indonesia, khususnya santri-santri yang ada disini semoga bisa meningkatkan semangat belajarnya, hafalan Al-Qur’annya juga, kemudian untuk santri-santri yang sholat berjamaahnya masih malas semoga segera diberi hidayah sehingga ia bisa meningkatkannya, hal tersebut tak lain untuk kebaikan dirinya sendiri di masa depan”. Ujar Siti Anisa Kepala TPQ Darul Ulum Ambokulon.

BACA JUGA :  Sesosok Mayat Mengambang di Pantai Tanjungsari. Ini Dugaan Polisi

Selain mendapat tanggapan baik dari Kepala TPQ, menurut Riski koordinator Departemen Olahraga Dan Seni PR. IPNU Ambokulon mengatakan bahwa acara ini bagus dan keren.

”Pada awalnya di tahun ini kami ragu mengadakan lomba-lomba untuk merayakan hari santri karena ada corona, padahal tahun-tahun sebelumnya kami selalu mengadakan lomba untuk ikut memeriahkan semarak hari santri. Akan tetapi dengan adanya kerjasama dengan mahasiswa KKN UIN Walisongo kami jadi sangat terbantu dalam mengadakan kegiatan. Acara semarak hari santri kali ini bagus dan kereeen, ya walaupun di tengah pandemi seperti ini acara ini tetap berlangsung dengan meriah. Meskipun begitu, kita semua tetap harus menjaga kesehatan, karena kesehatan itu penting agar kita tetap bisa belajar, berjuang dan bertaqwa”. Ujar Riski

Lomba yang diselenggarakan merupakan kegiatan sosial, namun mahasiswa sebagai penyelenggara tetap berusaha mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker.

Penulis: Eka Purwati Putri

Editor : Teguh Santoso/mediakita.co