Peringati 1 Sura, Gereja Katolik Santo Lukas Pemalang Gelar Misa 1 Muharam
Peringati 1 Sura, Gereja Katolik Santo Lukas Pemalang Gelar Misa 1 Muharam

  1. PEMALANG, mediakita.co–  Mensyukuri hidup dinegara pancasila yang beragam budaya, etnis dan agama, Gereja Katolik Paroki Santo Lukas Pemalang adakan Misa 1 Muharram atau 1 Suro, Sabtu (31/8/19) semalam.

Misa 1 suro atau didalam penanggalan Islam disebut sebagai 1 Muharam sudah menjadi rutinitas yang dilakukan oleh gereja Katolik Paroki Santo Lukas Pemalang. Tercatat sudah 5 tahun dan 5 kali berturut digelar.

Romo Suryo Pernawan Pr, menyebut  acara Misa 1 Sura sebagai wujud menggali nilai-nilai kemanusiaan, menjaga harmoni kerukunan antar umat beragama dan menghidupi tradisi jawa.

Romo Suryo Pernawan Pr
Romo Suryo Pernawan Pr

“Tujuan diadakanya misa 1 suro semalam itu karena Gereja katolik ingin menghidupi budaya jawa yang adiluhung. Mensyukuri nilai kemanusiaan yang diajarkan oleh Yesus Kristus yang cinta kasih kepada sesama”, tuturnya.

“Gereja Katolik menghargai budaya setempat, dalam hal ini budaya jawa 1 suro. Sudah 5 tahun ini gereja katolik Santo Lukas Pemalang berturut turut menghelat misa Satu Suro“, tambahnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, “Misa 1 suro semalam juga sebagai wujud nyata Gereja Katolik Paroki Santo Lukas Pemalang menjaga Indonesia yang beragam. Menjaga pluralitas budaya, etnis dan agama yang ada di Indonesia”.

Menyoal kehidupan umat beragama di Kabupaten Pemalang pada khususnya, ia mengapresiasi kehidupan kerukunan umat beragama di Pemalang yang berlangsung harmonis dan semua pihak bergandeng tangan.

Peringati 1 Sura, Gereja Katolik Santo Lukas Pemalang Gelar Misa 1 Muharam
Peringati 1 Sura, Gereja Katolik Santo Lukas Pemalang Gelar Misa 1 Muharam

“Ikhwal kehidupan umat beragama di Pemalang saya mensyukuri tidak ada gonjang ganjing atau baik baik saja. Terjaga kerukunan, saling mendukung dan semua pihak bergandengan tangan,” jelasnya kemudian.

Terpisah, mantan ketua PC NU Kabupaten Pemalang, KH. Ahmad Dasuki yang dihubungi melalui sambungan selulenya mengaku mengapresiasi kegiatan itu.

“Kegiatan Misa 1 Muharrom di Gereja Santo Lukas Pemalang misalnya, adalah bentuk misa yang biasa dilakukan oleh kalangan gereja. Hanya pas kebetulan bertepatan dengan 1 muharom yang dirayakan oleh kaum muslimin,” paparnya.

“ Maka sebagai penghargaan dan penghotmatan kepada saudara meslim sebangsa mereka turut berdoa dalam misa 1 muharom. Kegiatan ini bagi kita ( sebagai muslim ) patut untuk memberi apresiasi”, katanya.

 

Oleh : Nur Iman

BACA JUGA :  Tidak “Mengunci” Data, Kemensos : Pemda Bisa Beri Warga yang Belum Terima Bansos