Pintu Tol Brebes, Jadi Fokus Kemacetan Libur Panjang Idul Adha
Pintu Tol Brebes, Jadi Fokus Kemacetan Libur Panjang Idul Adha 2016

mediakita.co – Untuk mencegah terjadinya kemacetan panjang seperti pada Hari Raya Idul Fitri kemarin. Pintu keluar tol Brebes Timur akan menjadi fokus perhatian pencegahan kemacetan pada libur panjang lebaran Idul Adha 2016 mendatang.

Mencegah kemacetan parah, antrian kendaraan yang masuk di jalur tol akan dibatasi, Kementerian Perhubungan bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian BUMN, serta Mabes Polri, menggelar rapat koordinasi evaluasi komprehensif mengenai Brexit, pada Kamis (1/6) lalu.

Pertemuan itu dihadari Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, dan Menteri BUMN, Rini Soemarno, serta perwakilan dari Pemprov Jabar dan Jateng, ditambah beberapa instansi terkait. Budi mengatakan, pemerintah sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mencegah terjadinya penumpukan kendaraan di pintu tol Brexit. Kendaraan yang akan menuju Brexit akan dibatasi sejak pintu tol sebelumnya.

” Kita akan melakukan pembatasan kendaraan menuju kesana,” ungkap Budi usai rapat di Gedung Kementerian Perhubungan Jakarta, kemarin. Pembatasan kendaraan, kata Budi, akan diterapkan berdasarkan situasi dan kondisi beban lalu lintas di tol, dengan melihat kapasitas daya tampung. Jika terjadi kepadatan, kendaraan akan dibatasi sejak di pintu Tol Cikarang Utama.

BACA JUGA :  Kapolsek Bantarbolang menghadiri pengangkatan sumpah jabatan dan pelantikan perangkat Desa Pegiringan

Selain itu, menurut Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishubkominfo Jateng, Akhmad Syaifillah menyampaikan, pihaknya juga akan memantau secara khusus panjang antrian kendaraan di tiap pintu masuk tol menuju Brebes. Jangan sampai jumlah kendaraan yang masuk lebih besar dari pada kapasitas pintu keluar.

” Brexit (pintu keluar tol) memang jadi perhatian nasional. Setiap panjang antrian kendaraan sudah mencapai tiga atau lima km atau dalam jumlah tertentu, maka akan diatur,” katanya.

Maksudnya, misalnya di Brexit terjadi kemacetan lima km maka sebagian mobil diarahkan keluar melalui Brebes Barat. Jika Brebes Barat terjadi hal serupa maka lalu lintas diarahkan keluar tol di Pejagan.

Jika di Pejagan terjadi hal yang sama maka mobil diarahkan keluar melalui Kanci. Inti kebijakan itu adalah menghindari penumpukan kendaraan di Brexit. Dia memprediksi, volume kendaraan pada libur panjang ini akan meningkat tapi tidak sepadat Lebaran. Sebab saat Lebaran lalu bersamaan dengan libur sekolah.

Puncak kepadatan jalan pada libur Idul Adha nanti diprediksi terjadi pada Jumat (9/9) dan Senin (12/9). Titik kedua yang diantisipasi adalah empat perlintasan kereta api Pejagan – Pemalang, Prupuk Tegal, Bumiayu Brebes, dan Ajibarang Banyumas.

BACA JUGA :  Begini Kronologi Kakak Beradik Diserang Orang Tak Dikenal Di Cirebon, Sang Kakak Tewas Tertikam

Keempat perlintasan itu dinilai berperan besar menambah panjang kemacetan arus lalu lintas karena kendaraan harus berhenti saat kereta melintas. Padahal, kereta api di jalur rel ganda melintas melintas 84 kali per hari dan tiap 15 menit sekali arus lalu lintas harus diurai.

Sementara Syaifillah belum tahu apakah nanti akan ada pelarangan melintas bagi truk atau angkutan barang nonsembako. Hal itu merupakan kewenangan dari kementerian.

Perihal pembangunan jalan apakah akan dihentikan dulu atau tidak, pihaknya akan berkomunikasi dengan Dinas Bina Marga. Saat ini Dishubkominfo Jateng dan tiap Kabupaten telah melakukan koordinasi. Tiap personil diminta siap tugas pada saat libur panjang. Nantinya, koordinator pengaturan lalu lintas jelang libur Idul Adha berada di bawah arahan Mabes Polri.

Seperti diketahui, kemacetan parah terjadi di Brexit pada tradisi mudik Hari Raya Idul Fitri lalu. Kemacetan terjadi akibat jumlah kendaraan yang melintas terlalu tinggi, sehingga tidak sebanding dengan daya tampung tol. Akibatnya, antrian kendaraan waktu itu bisa memanjang hingga 20 kilometeran.

Redaksi : mediakita.co