Putri Gusdur Sebut Kemiskinan dan Ketidakadilan Hanyalah Jargon Membakar Emosi Radikalis
Alissa Wahid (Dewimagazine.com)

NASIONAL, mediakita.co – Banyak analisis yang menyebutkan bahwa erat keterkaitan antara kemiskinan dan ketidakadilan dengan radikalisme dan aksi terorisme.

Namun Putri Presiden Keempat Abdurrahman Wahid, Alissa Wahid memiliki pandangan berbeda. Menurutnya tak ada signifikansi hubungan antara kemiskinan dan ketidakadilan dengan sikap radikalis. Hal itu diungkapkan Alissa Wahid melalui akun twitternya https://twitter.com/AlissaWahid berdasarkan hasil penelitian beberapa Lembaga Penelitian di Indonesia.

‘Hasil riset bbrp lembaga di Indonesia: tak ada hubungan signifikan antara tingkat SES dg sikap radikal’ tulis Alissa

Allissa mencontohkan pelaku bom di Srilankan adalah konglomerat dan pelaku bom Surabaya 2018 adalah keluarga yang well-off.

‘Pelaku bom di Srilanka dari keluarga konglomerat. Pelaku bom Surabaya 2018 keluarga yg well-off’ tulis Alissa lagi.

Allissa pun mengungkapkan bahwa kemiskinan dan ketidakadilan hanyalah jargon yang dipakai untuk membakar emosi untuk menumbuhkan sikap radikalis dan aksi terror.

‘Kemiskinan & ketidakadilan itu jargon yg dipakai utk membakar emosi’ cuit Alissa berikutnya. (prb/mediakita.co)

BACA JUGA :  Perempuan Teroris Mabes Polri, Sempat Todongkan Senjata Sebelum Dilumpuhkan