Rejeki Melimpah Tukang Bata Dibalik Musibah Petani ?
Rejeki Melimpah Tukang Bata Dibalik Musibah Petani ?

PEMALANG, mediakita.co- El Nino yang menyebabkan kemarau panjang dimana Jawa Tengah merupakan daerah paling terdampak, bagi petani merupakan musibah. Tapi Bagi Perajin batu bata, musim kemarau panjang ternyata merupakan berkah tersendiri karena omset produksi batu bata meroket hingga 300 prosen.

Salah satu perajin batu bata di Desa Sewaka, Kecamatan/Kabupaten Pemalang, Rahayu, (48), menuturkan, pada saat musim kemarau seperi saat ini dirinya bisa memproduksi hingga 1.000 batu bata untuk setiap harinya dengan tenaga 2 orang. “Musim terang seperti sekarang, satu hari ya bisa 500 biji setiap orang. Kalau biasanya paling hanya 100 biji kadang 200 biji. Nggak mesti, tergantung cuaca ”. Katanya kepada mediakita.co, selasa (12/8).

Hal serupa juga dialami oleh casman, (39), perajin batu bata di Kelurahan Bojongbata, Kecamatan/kabupaten Pemalang. Di sentra perajin batu bata miliknya, sejumlah perajin sedang memproduksi batu bata. Cuaca panas, serta kencangnya hembusan angin dimanfaatkan perajin untuk mengeringkan batu bata.

Di beberapa gubug, terdapat tumpukan bata yang sedang dibakar. Sementara sebagian lagi, beberapa tumpukan bata kering siap jual tengah diangkut menggunakan motor roda tiga untuk diantarkan ke pembeli.

BACA JUGA :  Mantapkan Sistem Informasi SIMNU, LP Ma’arif NU Pemalang Adakan BIMTEK

Seperti diketahui, sebelumnya, BMKG melansir hasil pantauan peta monitoring di pulau jawa yang telah mengalami hari tanpa hujan lebih dari 60 hari. Kepala BMKG Dr Andi Eka Skaya mengatakan, bahwa musim kemarau tahun 2015 lebih panjang di bandingkan tahun lalu yang menyebabkan awal musim hujan 2015/2016 mengalami kemunduran. Kondisi ini dikarenakan pada tahun ini terjadi fenomena el-nino yang telah mencapai level moderat dan diprediksi akan menguat mulai Agustus sampai dengan Desember 2015. (R-01).