Sepi Pembeli, Lapak Pedagang Pasar Dibungkus Ala Mayid
Sepi, Lapak Pedagang Pasar Dibungkus Ala Mayid

PEMALANG,mediakita.co– Merosotnya daya beli masyarakat, memaksa beberapa pedagang pasar tradisional memilik tidak jualan. Beberapa los di lapak pasar tutup dengan membungkus dengan terpal.

Menurut Uripah (44), salah satu pedagang gerabah di Pasar Beji Pemalang, “ sejak lebaran, pasar ramai hanya setengah bulan. Setelah itu pasar sepine por. Dibandingkan dengan hari biasa saja sangat jauh beda. Sing dodol luwih akeh tinimbang sing tuku ,” jelasnya.

mediakita.co mencoba menelusuri keadaan Pasar Beji dan beberapa pasar tradisional lain disekitar kota Pemalang. Suasana pasar memang tidak seramai biasanya. Di Pasar Sayur Kota Pemalang misalnya, suasana bongkar muat hasil bumi di areal parkir tidak terlihat antrian yang menonjol. Beberapa ruas parkir depan kios pengepul hasil bumi di pasar itu kosong tidak ada kendaraan yang membongkar atau mengangkut barang.

Suasana sepi serupa di Pasar Bojongbata. Di pintu masuk, tiga pedagang jajanan duduk dibelakang cepon bertutup tampah sebagai alas dagangannya sedang berbicara dengan wanita tua disebelahnya. Entah apa yang dibicarakan, tangan perempuan tua itu sesekali memegang plastik bening penutup tampah yang sepintas terdapat makanan berwarna kecoklatan. Tak ada lalu lalang pembeli, sesekali terdengar suara perempuan dari dalam pasar yang diselingi gelak tawa suara lelaki.

BACA JUGA :  Koordinasi dengan DISPARPORA Pemalang, PKKP Siap Membangun Desa

Beberapa Pedagang memilih tidak jualan. Beberapa lorong lapak dagangan tidak dibuka, : “ itu kan bisa dilihat, lapake di bungkus terpal kaya mayid mas. Masalahe dodola kae angger dagange sayur karo panganan, ora payu kan malah rugi. Sing dodolane barang-barang sing awet be angger ora nglayani nglawir ka,” keluh Ahmad (47), pedangang Pasar Bojongbata kepada mediakita.co pagi hari ini.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, menurut Ahmad, tidak bisa mengandalkan dari hasil jualan. Bahkan untuk menutupi keperluanya, menurut bapak dari 3 orang anak itu melanjutkan, seminggu yang lalu dirinya telah menjual bebrapa ayam piaraanya untuk keperluan makan keluarganya.

Saat ini, perekonomian sedang terguncang menyusul kekhawatiran pasar terhadap krisis yang melanda dunia. Di Pemalang meskipun daya beli anjlok, tapi dengan basis ekonomi sebagai daerah agraris maka para pelaku ekonomi mikro relatif aman.

Iskandar Ali Syahbana, Ketua KADIN Kabupaten Pemalang mengatakan bahwa meskipun pasar sangat lesu ditandai dengan daya beli yang merosot tajam, tapi secara umum Pemalang aman. “ Seminggu ke depan di beberapa daerah seperti petarukan mulai panen. Setelah itu secara bertahap saya kira akan mulai pulih. Sebagai daerah agraris, walaupun ada factor-faktor lain yang berpengaruh saat ini, tapi ini merupakan kalender ekonomi tahunan yang sudah biasa,” jelasnya.(R-01)