Seleksi CPNS Kabupaten Tegal Dilanjutkan: Catat dan Taati Ketentuannya

TEGAL, mediakita.coSeleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) farmasi tahun 2019 kembali dilanjutkan berbasis Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) dengan menggunakan computer assisted test. Seleksi CPNS untuk Kabupaten Tegal akan dilaksanakan pada 14-16 September 2020 mendatang dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat mendasarkan Surat Edaran Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 17/SE/VII/2020.

Sekda Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono dalam Rakor Penyelenggaraan SKB CPNS menyampaikan,”SKB CPNS Kabupaten Tegal akan diikuti 1.357 peserta yang berasal dari berbagai daerah. Dan, diharapkan dalam proses pelaksanaan tersebut dengan memberlakukan protokol kesehatan saat proses seleksi berlangsung harus benar-benar diterapkan dan dipantau serius, terutama 1.245 peserta yang melaksanakan tesnya di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang” jelasnya dengan menekankan pelaksanaan SKB di Kota Semarang yang masih terkategori zona merah tersebut tidak menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Joko Mulyono memimpin Rapat Koordinasi Penyelenggaraan SKB Seleksi CPNS Formasi Tahun 2019 di Ruang Rapat Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Tegal, Selasa (25/08/2020).

Penyelenggaraan SKB CPNS di Kabupaten Tegal mewajibkan seluruh peserta seleksi untuk menggunakan masker dan diukur suhu tubuhnya.

“Saya minta panitia harus tegas, memastikan protokol kesehatan diterapkan secara ketat dan disiplin. Jangan sampai ada peserta yang menurunkan maskernya saat berada di lokasi seleksi, terlebih saat mengerjakan soal di dalam ruangan dengan sirkulasi udara tertutup, risikonya besar,” pesan Joko.

BACA JUGA :  Kopi Jawa Bikin Mabuk Kepayang Orang Eropa

Joko menekankan, setelah selesai menjalani tes seleksi, baik peserta maupun panitia harus menjalani isolasi mandiri selama 14 (empatbelas) hari. Lebih lanjut, Joko menjelaskan, ada dua beban besar yang diemban pada pelaksanaan SKB di tengah pandemi ini, yaitu suksesnya penyelenggaraan tes seleksi dan seluruh pesertanya tidak ada yang terpapar Covid-19 karena mengikuti SKB.

Senada dengan itu, Kepala BKPPD Kabupaten Tegal Retno Suprobowati mengklaim, pelaksanaan SKB seleksi CPNS nanti sudah memperhitungkan penerapan protokol kesehatan. Retno menuturkan, selain memeriksa kesehatan peserta, ruang ujian juga akan dikurangi kapasitasnya separuh dari kapasitas normal dan disterilisasi dengan cairan disinfektan setiap kali sesi ujian berakhir.

Pemerintah Kabupaten Tegal, melalui Sekda menekankan kepada Panitia Seleksi untuk memastikan tidak ada kerumunan pengantar dan peserta di sekitar lokasi seleksi. “Peserta seleksi yang datang harus menggunakan masker dan dicek suhu tubuhnya sebelum masuk ke lokasi tes. Jika suhunya di atas 37,3 derajat celsius, ia harus segera diarahkan ke bagian registrasi untuk dipisahkan ruang ujiannya dengan peserta lain,” jelas Joko tegas.

BACA JUGA :  Terwujud: Rumah Produksi Bagi Penyandang Difabel Slawi

Dari BKPPD yang turut terliba dalam proses SKB CPNS tersebut menyatakan, “Kami juga menyediakan ruang ujian khusus bagi peserta seleksi yang kedapatan sakit seperti demam dengan suhu tubuh di atas 37,3 derajat celsius, batuk dan pilek. Tentunya, protokol kesehatan di ruangan khusus ini lebih ketat dengan jarak tempat duduk antar peserta lebih longgar dan petugas pengawasnya mengenakan alat pelindung diri lengkap,” kata Retno selaku Ketua BKPPD Kabuaten Tegal..

Retno menuturkan, peserta seleksi diwajibkan memakai masker, membawa face shield dan hand sanitizer serta menjaga jarak saat berada di lokasi ujian. Lebih lanjut, pihaknya juga akan mengecek kelengkapan surat-surat seperti surat kesehatan dari Puskesmas dan surat pernyataan kesanggupan melakukan isolasi mandiri usai mengikuti ujian.

Retno menegaskan, peserta seleksi harus datang sendiri, tidak boleh diantar karena memang pihaknya tidak mengizinkan adanya kerumunan pengantar. Peserta juga tidak diperbolehkan bepergian ke tempat lain selain tempat seleksi, termasuk setelah ujian, karena peserta harus menjalani isolasi mandiri.

Penulis: Teguh Santoso