Sore Itu di Pekuburan Taman : Pemakaman Jenazah PDP Corona Sunyi, Ini Riwayat Pasien Sebelum Meninggal

Bagikan Artikel

Laporan : Pandangan Mata

PEMALANG, mediakita.co- Sore itu, komplek pemakaman umum di Desa Taman punya cerita. Tak seperti biasanya, proses pemakaman jenazah seorang warga setempat berlangsung sepi. Bagi sebagian warga, proses pemakaman itu dipandangnya sebagai jalan sunyi, bahkan mencekam, Senin (13/04/2020).

Seperti diketahui, pemerintah Kabupaten Pemalang mengumumkan 2 pasien yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) corona meninggal dunia. Salah satunya warga Desa Taman, Pemalang.

Meski belum dinyatakan positif corona (Covid-19) karena hasil tes swab belum keluar, pemerintah memutuskan proses pemakaman jenazah ke dua pasien dengan menggunakan protokol kesehatan penanggulangan pandemi corona. Dengan begitu maka, selain dikawal aparat secara ketat, proses pemakaman dilakukan oleh petugas berpakaian Alat Pelindung Diri (APD) ala astronot.

Lelaki berbaju parasut warna putih berkelebatan. Senja kala itu, matahari bersungut muram mengiringi jazad warga desa memasuki lahat dengan sepi. Berpasang-pasang mata memandangnya dengan sayup dari jauh. Sekumpulan do’a handai tolan dilingkungannya hanya terkirim lewat mata, dari jauh.

Sumber-sumber mediakita.co menyebut, almarhum tergolong masih muda. Usianya baru 45 tahun. Meski masih muda, diketahui memiliki riwayat penyakit bawaan Tuberkulosis atau yang biasa disebut TBC yang di derita sejak masih remaja.

BACA JUGA :  Simpang Siur Data Corona Pemalang Terjawab, Bupati Umumkan Tambahan 3 Kasus Baru Positif Corona, Kini Total 5 Orang

Pria yang bekerja sebagai karyawan di PT Lokatek Pekalongan itu dinyatakan meninggal dengan status PDP di RSUD dr. M. Ashari Pemalang. Ia dirawat selama 3 hari di ruang isolasi, rujukan dari rumah sakit Al-Ikhlas pemalang.

Sebelumnya, almarum pernah dirawat RSI Al-Ikhlas Pemalang. Namun karena kondisinya sudah membaik, pada rentang waktu tanggal 6 April,  Almarhum diijinkan pulang.

Tak lama berselang, almarhum yang selama hidupnya berangkat bekerja ke Pekalongan menggunakan bis jemputan perusahaan, akhirnya harus kembali dirawat kembali di RSI Al-Ikhlas Pemalang karena TBC-nya kambuh disertai demam sangat tinggi.

Melihat kondisi pasien demamnya sangat tinggi, pihak RSI Al-Ikhlas memutuskan untuk mengirim pasien ke RSUD. Dr. M. Ashari Pemalang sebagai salah satu rumah sakit rujukan corona di Pemalang. Namun takdir menentukan lain, almarhum meninggal dengan status PDP sebelum hasil tes swabnya keluar.

BACA JUGA :  Empat Orang Positif : Beda Data Provinsi dan Pemalang Soal Data Positif Corona, Ada Kasus Baru di Kertosari Ulujami ?

Dirangkum dari sejumlah sumber media sosial, warganet berharap jika dikemudian hari hasil tes swabnya positif, maka keduanya meninggalkan jejak riwayat pasien yang harus di asesment secara serius demi keselamatan warga yang lebih banyak.

Riwayat pasien sebelum dirawat dan selama dirawat, menjadi skema tracking yang tak bisa ditolak. Contact tracking adalah salah satu cara untuk mengetahui dan melacak persebaran virus corona COVID-19 di masyarakat.

Sesungguhnyalah, “Kematian adalah jembatan yang menghubungkan orang yang mencintai dengan yang dicintainya,” Jalaluddin Rumi.

BACA JUGA :  Dua Kasus Pasien Dalam Pengawasan Covid-19 Pemalang, Hari Ini Meninggal Dunia

 

Tinggalkan Balasan

Next Post

Besok, Promo Ongkir Ke Pasar Hanya 5000 Dari Jeggboy Salatiga Mulai Berlaku!

Sel Apr 14 , 2020
Bagikan ArtikelLaporan : Pandangan Mata PEMALANG, mediakita.co- Sore itu, komplek pemakaman umum di Desa Taman punya cerita. Tak seperti biasanya, proses pemakaman jenazah seorang warga setempat berlangsung sepi. Bagi sebagian warga, proses pemakaman itu dipandangnya sebagai jalan sunyi, bahkan mencekam, Senin (13/04/2020). Seperti diketahui, pemerintah Kabupaten Pemalang mengumumkan 2 pasien […]