Ini : Misteri Orang-Orang Berbaju Putih dan Minimnya Pelayat Pada Pemakaman Jenazah Pasien Virus Corona

Bagikan Artikel
NASIONAL, mediakita.coPemakaman jenazah pasien yang terinfeksi virus corona tanpa pelayat masih mewarnai percakapan pengguna media sosial. Di pekuburan itu, nampak baju-baju warna putih ala astronot yang dikenakan beberapa petugas jenasah.

Suasana tu, terlihat dengan jelas pada foto dan vidio yang beredar dimedia sosial. Suasana pekuburan yang menggambarkan proses pemakaman jenazah pasien yang diberitakan posistif corona.

Langkanya pelayat, pemandangan proses pemakaman itu justru dianggap terlihat lebih menakutkan. Sepintas, beberapa orang berbaju putih ala astronot yang menjadi petugas pemakaman bekerja seperti robot. Tak ada saling sapa diantara mereka.

Bagi sebagian orang, fenomena itu danggap menakutkan dan masih menjadi misteri yang paling menarik perhatian.

Sejumlah sumber menyatakan, bahkan ada ketentuan khusus bagi anggota keluarga yang melayat. Selain pembatasan jumlah, juga ada ketentuan-ketentuan khusus yang harus ditaati.

Lalu, apa sebab dan bagaimana sebenarnya cara mengurus jenazah pasien positif corona ?

BACA JUGA :  Trending: Gara – Gara Anggaran Siluman DKI Jakarta Zaman Anis yang Fantastis, Netizen Merindukan Ahok

Dalam pemulsaran jenazah pasien yang terinfeksi virus corona, berlaku ketentuan dan prosedur yang harus dilakukan. Prosedur itu untuk memastikan tidak ada kebocoran cairan tubuh yang mencemari lingkungan.

Menurut Kementerian Agama, pengurusan jenazah dilakukan oleh petugas medis. Bagi jenazah muslim, tetap dilakukan berdasarkan ketentuan syariah yang memungkinkan dilakukan.

National Environment Agency (NEA) Singapura menjelaskan bahwa ada kemungkinan cairan tubuh dari jenazah tersebut bisa menularkan penyakit. Oleh karena itu pada beberapa kasus jenazah sama sekali tidak dianjurkan untuk dimandikan atau diawetkan.

Menurut Kementerian Agama, pengurusan jenazah dilakukan oleh petugas medis. Bagi jenazah muslim, tetap dilakukan berdasarkan ketentuan syariah yang memungkinkan dilakukan.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan pengurusan jenazah bagi pasien positif corona atau Covid-19, harus mengikuti Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19.

Sekretaris Asrorun Niam Sholeh, Komisi Fatwa MUI menjelaskan proses memandikan dan mengkafani jenazah pasien positif virus corona harus dilakukan sesuai protokol medis.

“Dan dilakukan oleh pihak yang berwenang, dengan tetap memperhatikan ketentuan syariat Islam,” kata Asrorun dalam keterangan resminya, Senin (23/3).

BACA JUGA :  Perjalanan KRL Kembali Normal Usai Kereta Anjlok di Manggarai Dievakuasi

Asrorun mengingatkan, prosesi salat dan penguburan jenazah tetap dilakukan seperti biasa. Dengan catatan, pihak yang menguburkan harus menjaga diri agar tidak terpapar virus tersebut.

“Untuk mensalatkan dan menguburkannya dilakukan sebagaimana biasa dengan tetap menjaga agar tidak terpapar Covid-19,” kata dia.

Dikutip dari Pedoman Kesiapsiagaan nCoV di Indonesia, berikut langkah-langkah pemulsaran jenazah pasien virus corona

1. Petugas kesehatan harus menjalankan kewaspadaan standar ketika menangani pasien yang meninggal akibat penyakit menular.

2. APD lengkap harus digunakan petugas yang menangani jenazah jika pasien tersebut meninggal dalam masa penularan.

3. Jenazah harus terbungkus seluruhnya dalam kantong jenazah yang tidak mudah tembus sebelum dipindahkan ke kamar jenazah.

4. Jangan ada kebocoran cairan tubuh yang mencemari bagian luar kantong jenazah.

5. Pindahkan sesegera mungkin ke kamar jenazah setelah meninggal dunia.

6. Jika keluarga…

6. Jika keluarga pasien ingin melihat jenazah, diijinkan untuk melakukannya sebelum jenazah dimasukkan ke dalam kantong jenazah dengan menggunakan APD.

BACA JUGA :  Buruh Tani Nyamplungsari Nganggur. Tuntut Jumlah Mesin Combine Dikurangi

7. Petugas harus memberi penjelasan kepada pihak keluarga tentang penanganan khusus bagi jenazah yang meninggal dengan penyakit menular. Sensitivitas agama, adat istiadat dan budaya harus diperhatikan ketika seorang pasien dengan penyakit menular meninggal dunia.

8. Jenazah tidak boleh dibalsem atau disuntik pengawet.

9. Jika yang akan diautopsi harus dilakukan oleh petugas khusus, jika diijinkan oleh keluarga dan direktur rumah sakit.

10. Jenazah yang sudah dibungkus tidak boleh dibuka lagi.

11. Jenazah hendaknya diantar oleh mobil jenazah khusus.

12. Jenazah sebaiknya tidak lebih dari 4 (empat) jam disemayamkan.

https://www.youtube.com/watch?v=QtkNoAdIWX0

Tinggalkan Balasan

Next Post

Ini Alasan Keluarga Membawa Pulang Jenazah Pasien yang Diduga Terinfeksi Covid 19 Secara Paksa

Rab Mar 25 , 2020
Bagikan Artikel Berikutnya1 dari 4 NASIONAL, mediakita.co– Pemakaman jenazah pasien yang terinfeksi virus corona tanpa pelayat masih mewarnai percakapan pengguna media sosial. Di pekuburan itu, nampak baju-baju warna putih ala astronot yang dikenakan beberapa petugas jenasah. Suasana tu, terlihat dengan jelas pada foto dan vidio yang beredar dimedia sosial. Suasana […]