Dari Mako Brimob Basuki Tjahaja Purnama Menulis Surat Untuk Ahokers. Apa isinya?
Basuki Tjahaja Purnama Segera Bebas (https://www.google.com/search?q=ahok&safe=strict&tbm=isch&source=lnms&sa=X&ved=0ahUKEwjL9Z2VqPbfAhXDXisKHVt6BrYQ_AUICigB&biw=1093&bih=486&dpr=1.25#imgrc=89)

Nasional, Mediakita.co – Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) akan menghirup udara bebas 24 Januari 2019 setelah menjalani hukuman penjara selama dua tahun karena tuduhan penistaan agama. Pria yang meminta tak dipanggil lagi Ahok itu menulis surat kepada Ahokers di mana pun berada. Menurutnya hal ini dilakukan karena ia  mendengar akan ada penyambutan hari pembebasannya di Mako Brimob.

‘Saya mendengar ada yang mau menyambut pembebasan saya di Mako Brimob, bahkan ada yang mau menginap di Mako Brimob. Saya bebas tanggal 24 Januari 2019, adalah hari kami, hari orang – orang bekerja, jalanan di depan Mako Brimob dan depan lapas Cipinang, adalah jalan satu – satunya untuk saudara – saudara kita yang mau mencari nafkah. Saya sarankan demi untuk kebaikan dan ketertiban bersama dan untuk menolong saya sebaiknya saudara – saudara tidak melakukan penyambutan apalagi menginap’ tulis Basuki T Purnama.

Berikut isi lengkap surat BTP tersebut,

Kepada saudara – saudara AHOKERS                                                          Depok 17-1-12019

Di mana pun saudara berada

Terima kasih atas doa dan dukungannya selama ini untuk saya. Tidak pernah dalam pengalaman hidup saya, bisa menerima begitu banyak pemberian, dari makanan, buah2an, pakaian, buku – buku, dll dari saudara – saudara. Saya merasa begitu dikasihi dan kasih yang saudara berikan kepada saya lebih baik dari pada emas dan perak maupun dibandingkan dengan kekayaan yang besar.

Saya mendengar ada yang mau menyambut hari kebebasan saya di Mako Brimob, bahkan ada yang mau menginap di depan Mako Brimob. Saya bebas tanggal 24 Januari 2019, adalah hari kamis, hari orang – orang bekerja, jalanan di depan Mako Brimob dan di depan Lapas Cipinang adalah satu – satunya jalan utama bagi saudara-saudara kita yang mau pergi mencari nafkah. Saya sarankan demi untuk kebaikan  dan ketertiban umum bersama dan untuk menolong saya, sebaiknya saudara-saudara tidak melakukan penyambutan apalagi menginap.

BACA JUGA :  Peduli Covid-19, IKA SMANCO Tahap 3 Berbagi Tali Asih Kepada Keluarga Alumni

Saya sangat bersyukur kepada Tuhan, Allah pencipta langit dan bumi, bahwa saya diizinkan untuk ditahan di Mako Brimob, saya bersyukur tidak diizinkan terpilih di Pilkada DKI 2017,  jika saya terpilih lagi di pilkada tersebut, saya hanyalah seorang laki-laki yang menguasai Balaikota saja. Tetapi saya di sini belajar menguasai diri seumur hidup saya. Kuasai Balaikota hanya untuk 5 tahun lagi. Saya jika ditanya, jika waktu bisa diputar kembali, mau pilih yang mana? Saya akan katakan, saya memilih ditahan di mako untuk belajar 2 tahun (liburan resmi  3,5 bulan) untuk bisa menguasai diri seumur hidupku. Jika terpilih lagi aku akan semakin arogan dan kasar dan semakin menyakiti hati banyak orang. Pada kesempatan ini saya juga mau sampaikan ke Ahokers, para PNS DKI, pembenciku sekalipun, aku mau menyampaikan mohon dan  maaf atas segala  tutur kata, sikap perbuatan yang sengaja maupun tidak sengaja menyakiti hati dan perasaan saudara dan anggota keluarganya. Saya mohon maaf dan saya keluar dari sini dengan harapan panggil saya BTP bukan Ahok.

Pemilu dan Pilpres 2019, akan dilangsungkan tanggal 17 April 2019. Saya menghimbau seluruh Ahokers jangan ada yang golput. Kita perlu menegakkan 4 pilar bernegara kita yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI dengan cara memiliki partai politik yang mau menegakkan  4 pilar di atas di seluruh Indonesia. Kita harus mendukung agar di DPRD-DPRD dan DPR-RI memiliki kursi yang mencapai 30% untuk partai yang teruji dan berkomitmen pada Pancasila. Saya ingin mengutip pidato Presiden Soekarno yang saya kutip dari buku, Revolusi Belum Selesai’ kumpulan Pidato Presiden Soekarno, 30 September 1965 pelengkap Nawaksara (10 Januari 1967). Penyunting Budi Setiyono dan Bonnie Tryana, terbitan serambi (www.serambi.co.id). Apa yang Presiden Soekarno sampaikan, aku harap juga diterima menjadi pikiran dan harapan aku kepada seluruh Ahokers di mana pun domisili saudara, ‘Saudara-saudara Pancasila adalah jiwa kita, bukan hanya jiwaku. Tetapi ialah jiwa Angkatan Bersenjata Repoblik Indonesia. Dan selama Angkatan Republik Indonesia berjiwa Pancasila Isyah Allah swt, engkau akan tetap kuat dan sentosa. Tetap kuat dan sentosa, Tetap kuat dan sentosa  menjadi tanduk  dari pada Banteng Indonesia. Yang telah kita dirikan pada tanggal 17 agustus 1945…, engkau adalah penegak dari pada Pancasila. Dan setialah kepada Pancasila itu, Pengang teguh kepada Pancasila, bela Pancasila itu. Sebagaimana aku pun berpegang teguh kepada Pancasila, membela Pancasila bahkan sebagaimana kukatakan lagi tadi.  Saudara-saudara laksana panggilan yang aku dapat dari pada alasan untuk memegang teguh kepada Pancasila ini”.

BACA JUGA :  Gagal Panen Total, 2 Kelompok Tani Desa Kuta Rugi Rp300 juta

Majulah demi kebenaran, perikemanusian dan keadilan. Ingatlah sejarah dan tujuan para Proklamator dirikan negeri ini.

Merdeka!

Salam dari Mako Brimob

 

Basuki Tjahaja Purnama