Gelar Ngaji Budaya, Seknas Merah Putih Kabupaten Semarang: Lima Pilar Membangun Bangsa dan Negara
Ngaji Budaya Seknas Merah Putih Kabupaten Semarang

Ungaran. Mediakita.co – Ngaji dan budaya adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan dan menjadi hal yang sangat penting. Seperti yang disampaikan oleh Ustadz Arif Budi Mulyono, S.Pd.I dalam acara Ngaji Budaya Bersama Seknas Merah Putih di Dsn. Losari, Rt 01/ Rw 03, Ds. Losari, Kec. Sumowono, Kab. Semarang (23/3/2019).

Mengusung tema 5 Pilar Membangun Bangsa dan Negara, Ustadz Arif mengajak masyarakat Ds. Losari untuk ikut berpartisipasi dalam memajukan masyarakat. Masyarakat harus menyambut pesta demokrasi dengan sukacita dan bertanggungjawab atas pilihannya. Ustadz Arif membeberkan Lima Pilar tersebut:

Suasana Masyarakat Mengikuti Ngaji Budaya
Suasana Masyarakat Mengikuti Ngaji Budaya

Pilar pertama, dalam membangun bangsa adalah Pemimpin yang memenuhi syarat sebagai imam bangsa. Pada kesempatan ini, Ustadz memaparkan keberhasilan pembangunan pemerintahan di bawah Presiden Jokowi. Jokowi sebagai pemimpin tertinggi di Negeri ini telah membuktikan kualitasnya sebagai Imam Bangsa.

Pilar kedua adalah kaum intelektual. Cerdik dan pandai adalah unsur yang sangat penting keberadaannya karena merupakan sumber referensi dan pemikiran dalam membangun bangsa dan negara. Pemerintahan Jokowi dalam hal ini sangat konsen, terbukti dengan memanggil para Ilmuan Indonesia yang tersebar di seluruh dunia untuk pulang ke tanah air dan ikut serta memajukan sains dan iptek.

BACA JUGA :  Sejarah Peci, Kopiah dan Songkok

Pilar ketiga adalah Tokoh Agama, unsur ini penting dalam membangun kualitas spiritual umat. Keberadaanya merupakan sumber keteduhan dan pengayoman umat. Ulama-ulama menjadi sumber kedamaian dan harus mampu menjembatani segala macam perbedaan yang ada.

Pilar keempat adalah Pemuda, unsur ini harus mampu mengambil peran yang strategis dalam pembangunan bangsa dan negara. Pemuda harus kreatif dan inovatif serta mampu memberikan solusi atas problematika di masyarakat. Pemuda harus mampu mengikuti kemajuan dunia tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai seorang Indonesia.

Dan Pilar kelima adalah Ibu (Perempuan), seorang Perempuan harus teredukasi dan memperoleh kesempatan yang sama dengan laki-laki tanpa meninggalkan kodratnya. Dari Perempuan yang tangguh dan teredukasi inilah akan terlahir generasi bangsa yang unggul dan berkwalitas. Sehingga kelak mampu berperan dalam pembangunan bangsa dan negara.

Menurut Ustadz Arif kelima pilar tersebut adalah satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan dan harus dirawat serta dikembangkan sesuai kemajuan zaman. Dalam Ngaji Budaya kali ini juga dimeriahkan oleh pertunjukan Rebana Nurul Iman dan Atraksi Budaya Pencak Silat Losari yang menghibur segenap masyarakat.

BACA JUGA :  Cair: BLT Kemensos Bagi Pemegang KKS

 

Penulis: Syarif Prasetyo