Go-Jek Pastikan Data Pelanggan dan Driver Aman
Ceo Gojek, Nadiem

Jakarta, mediakita.co, 12 Januari 2016GO-JEK akan terus memastikan keamanan data mitra driver dan pelanggan sehingga tidak dapat disalahgunakan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Manajemen GO-JEK juga sudah mendeteksi adanya gangguan atau bug yang muncul dalam layanan aplikasinya, namun telah melakukan beberapa terobosan untuk mengatasi gangguan tersebut dan telah memastikan keamanan data-data yang tersimpan‎.

Manajemen GO-JEK sudah mengantisipasi bertambahnya data yang masuk seiring dengan meningkatnya jumlah pelanggan yang sudah terlayani sampai saat ini. Hal tersebut menanggapi tulisan blog praktisi IT, Yohanes Nugroho yang banyak dikutip media dalam dua hari terakhir ini.

Nadiem Makarim, Chief Executive Officer GO-JEK, mengatakan bahwa pihaknya telah membenahi dan menyelesaikan hampir seluruh isu yang disebutkan dalam blog tersebut. Pihak GO-JEK juga sudah pernah berkomunikasi sebelumnya dengan Yohanes Nugroho terkait temuan tersebut.

Terkait dengan ulasan Yohanes dalam blog-nya mengenai sistem aplikasi GO-JEK yang dikatakan memiliki celah untuk memantau bahkan mengubah data rate mitra driver, Nadiem mengatakan GO-JEK telah membenahi dan mengantisipasi lebih jauh hal tersebut.

BACA JUGA :  Kalaidoskop 2018 : Pilkada Melahirkan Jabatan Bupati Tersingkat di Dunia ?

“Kami telah mengupayakan dan memastikan perputaran bisnis aplikasi yang bermitra dengan driver ojek ini berjalan secara fair. Statistic rate yang menunjukkan kinerja mitra driver merupakan cerminan jerih payah mereka dalam melayani para pelanggan yang jumlahnya kian bertambah. Manajemen GO-JEK telah memastikan bahwa data yang dimiliki bukan hasil rekayasa karena ada pihak lain dapat masuk ke dalam sistem secara ilegal.

“Kami terbuka dan berterima kasih atas masukkan konstruktif dari berbagai pihak terhadap sistem dan layanan kami. GO-JEK terus berkomitmen untuk selalu menjaga keamanan data pelanggan maupun mitra driver GO-JEK,” jelas Nadiem Makarim, Senin (11/1/2016).

Kepastian tersebut menjadi fokus utama sekaligus komitmen GO-JEK dalam memberikan solusi dan alternatif transportasi bagi warga Jakarta yang menghadapi kendala kemacetan. Selain itu, juga untuk menjaga kepercayaan para pelanggan yang senantiasa mengandalkan GO-JEK dalam aktivitas sehari-hari.

Dengan demikian, perbaikan dan penguatan sistem merupakan hal yang sangat menjadi perhatian manajemen. Oleh karena itu, imbuh Nadiem, perbaikan dan penguatan untuk seluruh sistem yang disebutkan dalam blog Yohanes Nugroho ditargetkan akan rampung dalam beberapa hari ke depan.

BACA JUGA :  Mengenal Yusuf Pongsapan, Politisi yang Ditempa dari Keadaan Sulit

“GO-JEK berkomitmen untuk selalu meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat sistem aplikasinya. Saran maupun kritikan konstruktif dari para pengguna jasa GO-JEK akan selalu menjadi masukkan bagi kami dalam memperkuat dan menyempurnakan keamanan serta kenyamanan sistem kami ke depan. Kami berharap solusi yang ditawarkan GO-JEK dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia akan solusi teknologi yang akan terus berkembang,” ungkap Nadiem Makarim.

“GO-JEK merupakan aset Indonesia, karya anak bangsa, yang kami harapkan dapat menjadi bagian dari solusi dalam mendorong bergeraknya perekonomian masyarakat di berbagai level ekonomi,” imbuhnya.

Hingga akhir tahun 2015, GO-JEK telah beroperasi di 10wilayah/kota di seluruh Indonesia. Perusahaan teknologi berbasis aplikasi yang berdiri sejak tahun 2010 ini memiliki mitra driver lebih dari 200.000 orang. GO-JEK menawarkan sistem solusi terintegrasi mulai dari jasa antar pelanggan, delivery makanan, pengantaran barang dan berbagai kebutuhan masyarakat lainnya.