KPK Bidik Perusahaan Penyuap Mantan Bupati Konawe Utara

Mediakita.co, Jakarta Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang mengaku pihaknya tengah membidik perusahaan-perusahaan yang ikut terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat eks Bupati Konawe Utara Aswad Sulaiman.

“Di dalam surat Sprindik ada, dan kawan-kawan (bersama-sama). Ini juga gitu, jadi akan kami kembangkan ke siapa saja yang timbulkan kerugian,” ujar Saut di gedung KPK, Jakarta, Selasa (3/10/2017).

Namun begitu, Saut masih belum mau membeberkan nama-nama perusahaan yang diduga terlibat dalam kasus korupsi dan suap yang dilakukan Aswad dalam rentang waktu 2007 hingga 2016.

Adapun, sejumlah perusahaan yang menggarap tambang nikel di daerah tersebut, yakni PT Unaaha Bakti, Konawe Nikel Nusantara (KNN), Bososi Pratama Nikel, Bumi Karya Utama (BKU), Dwi Multiguna Sejahtera (DMS).

Kemudian, Trisakto, Singa Raja, PT Kimko, PT Seicho, PT Duta, PT Masempo Dalle, CV Eka Sari Indah, PT Titisan Berkah, PT CDS, PT MPM, PT Konawe Bumi Nusantara (KBN), dan PT Surya Tenggara.

KPK sebelumnya menetapkan mantan Bupati Konawe Utara Aswad Sulaiman sebagai tersangka. Bupati Konawe Utara periode 2011-2016 ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi indikasi dugaan korupsi Izin Usaha Pertambangan (IUP) nikel di Konawe Utara.

BACA JUGA :  SMP Negeri 3 Moga Menyalurkan Air Bersih di Desa Jurangmangu dan Desa Gunungsari

Saut mengatakan, Aswad diduga telah menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau suatu korporasi, dan menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada. Menurut Saut, perbuatan Aswad tersebut diduga merugikan negara hingga Rp 2,7 triliun.

Sumber Berita

قالب وردپرس