Meluas Penolakan Holding Ultra Mikro dari Kopdit Hingga Koperasi Film
Foto: Koperasi Film Indonesia

JAKARTA, mediakita.co – Sejumlah pegiat Koperasi membantah tuduhan anggota DPR RI Fraksi Golkar Nusron Wahid yang sebut bahwa mereka yang menolak holding adalah para koperasi rentenir.

Amrul Hakim, salah satu pendiri Indonesian Film Co-operative/ Koperasi Film Indonesia sebut tuduhan Nusron Wahid itu tidak berdasar.

Amrul justru sebut Nusron cenderung membela kepentingan korporasi yang menginginkan pembentukan holding ultra mikro. Sebab dari argumen yang disampaikannya, Nusron memang hanya melihat holding dalam perspektif kepentingan pembiayaan korporasi.

Produser film dokumenter itu juga menyinggung Kementerian Koperasi dan UMKM yang justu diam diri tidak membela koperasi terkait rencana pembentukan holding. Amrul bahkan menyebut Menteri Koperasi (Menkop) Teten Masduki tidak paham dampak buruk pembentukan holding ultra mikro bagi koperasi.

“Menkop yang harusnya membela koperasi, kok malah ikut dukung agenda korporasi. Paham gak sih (Mas Teten) jadi Menteri Koperasi?,” terangnya.

 Holding Ultra Mikro Bahayakan Koperasi

Pendiri Koperasi Kredit Adiguna di Nusa Tenggara Timur, Williem Ngette juga membantah tuduhan tersebut. Dirinya bahkan mendukung penuh penolakan holding ultra mikro karena rencana holding tersebut akan membahayakan eksistensi koperasi dan lembaga keuangan mikro lainnya milik masyarakat.

BACA JUGA :  Walah, Ternyata Tempo Hanya Menipu Kadrun?

“Saya mendukung (Koalisi Tolak Holding Ultra Mikro) menolak  holding ultra mikro,” kata Williem saat dihubungi.

Juru Bicara Koalisi Tolak Holding Ultra Mikro Megel Jekson sebut tuduhan Nusron Wahid tidak memiliki alasan yang bagus.

“Mas Nusron mungkin sedang kacau pikirannya. Dia asal tuduh soal penolakan holding ultra mikro,” ujarnya kepada awak media, Minggu (27/6) lalu.

Megel menjelaskan saat ini klaster penolakan holding ultra mikro semakin meluas. Selain para pegiat Koperasi, sebenarnya ada 3 kelompok lain yang terus memperjuangkan penolakan holding. Mereka antara lain Serikat Pekerja PT. Pegadaian, kelompok Ekonom dan anggota masyarakat (Konsumen) yang tidak menghendaki holding ultra mikro.

“Jadi sekali lagi tuduhan mas Nusron itu salah dan keliru. Penolakan holding disuarakan oleh banyak pihak: Pegiat Koperasi, Serikat Pekerja Pegadaian, Ekonom dan aliansi Konsumen Pegadaian – PNM yang menolak hal ini,” pungkasnya. Tidak ada yang menolak rencana Holding Ultra Mikro itu koperasi rentenir seperti yang dituduhkan Nusron. (Redaksi/Mediakita.co)