Misteri Bantarbolang dan Makam Ki Pandan Jati

SEJARAHKITA, mediakita.co – Di Jawa, Islam berkembang pesat. Pada awal perkembangannya Islam terutama kisara antara 1500-1586, salah satu daerah yang menjadi perhatian wali adalah Pemalang.

Bukti penyebaran Islam di Pemalang misalnya ada pada banyaknya kisah perjalanan aulia (wali) di Pemalang. Diantara beberapa wali di Pemalang yang saat itu berdakwah, yaitu Syekh Jambu Karang, Kiai Natas Angin, Kiai Geseng, Ki Palintaran, Ki Pandan Jati, dan Mbah Bantarbolang.

Diantara beberapa lokasi di Pemalang salah satu wilayah yang jadi pusat dakwah Islam di Pemalang adalah Kecamatan Bantarbolang. Berada di daerah perbukitan di sebelah selatan Kota Pemalang, Bantarbolang cukup populer sebagai daerah penyebaran santri di Pemalang.

Saat ini masih bisa kita saksikan di Bantarbolang terdapat beberapa situs makam tokoh Islam yang dikeramatkan masyarakat sekitar. Seperti makam Mbah Bantarbolang dan kedua muridnya, Ki Pandan Jati dan Ki Palintaran.

Pembesar Mataram Jadi Ulama

Konon, Ki Pandan Jati adalah seoranh pembesar Kraton Mataram sebelum menjadi ulama. Karena dituduh melakukan korupsi dan dihukum seumur hidup, ia lantas mengasingkan diri ke daerah barat, tepatnya di kawasan hutan Bantarbolang. Berada disitu untuk sekian lama.

BACA JUGA :  Rumah Sakit Umum Comal Baru Diresmikan

Saat tinggal di tengah hutan itulah dia bertemu Mbah Bantarbolang dan diizinkan tinggal di rumahnya. Lantaran yakin bahwa Ki Pandan Jati adalah orang yang baik, kemudian ia diangkat menjadi murid dan digembleng oleh Mbah Bantarbolang. Ki Pandan Jati belajar dibawah bimbingan Mbah Bantarbolang bersama murid Mbah Bantarbolang lainnya yaitu Ki Palintaran.

Ki Pandan Jati pun terbukti mampu menjadi pribadi yang sangat tangguh secara lahir dan batin. Bersama Ki Palintaran ia juga menjadi murid kesayangan Mbah Bantarbolang dan mewarisi semua ilmu dari gurunya tersebut. Bahkan, keduanya menjadi orang linuwih yang mampu mengetahui (dikasih tahu Allah) tentanh peristiwa yang akan terjadi di masa datang, atau tinggi kewaskitaannya.

Suatu ketika Mbah Bantarbolang bermaksud mencari penerusnya. Akhirnya beliau menguji kedua muridnya tersebut Ki Pandan Jati dan Ki Palintaran. Secara sembunyi-sembunyi, Mbah Bantarbolang meninggalkan padepokan. Ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada Ki Pandan Jati dan Ki Palintaran untuk memimpin padepokan bersama.

Kepergian Mbah Bantarbolang tentu saja membuat semua muridnya merasa kehilangan. Ki Pandan Jati dan Ki Palintaran lalu berusaha mencarinya. Namun kemudian Ki Pandan Jati yang memiliki mata batin yang lebih tajam, berhasil menemukan gurunya. Sayang, Mbah Bantarbolang enggan untuk kembali menjadi guru dan meminta Ki Pandan Jati untuk memimpin padepokannya. Menuruti kemauan sang guru, Ki Pandan Jati lantas memimpin padepokan tersebut hingga akhir hayatnya dan dimakamkan di Desa Bantarbolang.

BACA JUGA :  Karomah Mbah Nur Walangsanga

Banyak Versi Menafsirkan Terkait Makam Ki Pandan Jati

Meski banyak masyarakat selalu menziarahi makam Ki Pandan Jati, tetapi ada juga yang menyebutkan bahwa makam Ki Pandan Jati di Bantarbolang tersebut hanyalah sebuah petilasan. Karena sesungguhnya Ki Pandan Jati tidaklah dimakamkan disitu. Diceritakan bahwa Ki Pandan Jati berkelana ke arah selatan untuk menyebarkan Islam hingga akhirnya kembali ke Mataram. Dia mau kembali dan diterima di Mataram setelah diketahui bahwa tuduhan korupsi kepadanya itu keliru. Walahu alam. ***