Ternyata, Ini Penyebab Penumpukan Sampah di Komplek Rusunawa Pemalang
Ternyata Ini Penyebab Penumpukan Sampah di Komplek Rusunawa Pemalang.

PEMALANG, mediakita.co — Warga sekitar Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang Jawa Tengah mengeluh, lantaran penumpukan sampah di sebelah barat Rusunawa. hampir menutupi setengah jalan raya.

Seperti yang tulis dalam akun Facebook, Judi Cruise, “Di hampir setiap hari saya melewati jalan ini dan selalu melihat pemandangan seperti ini. Letaknya ± 1 km dari Alun/Alun atau Kantor Bupati Kabupaten Pemalang ke arah barat (sebelah barat Rusunawa Pemalang).” tulis Judi Cruise.

Dihubungi mediakita.co melalui saluran telepon genggamnya, Kabid Tata Ruang dan Prasarana Wilayah (Taru Praswil) DPU Kabupaten pemalang Ir. Toto Susilo langsung turun ke lokasi bersama jajarannya berikut armada truk pengangkut sampah.

Dari lapangan Toto Susilo menjelaskan, penumpukan sampah disebabkan karena ada tambahan penimbunan dari becak (songkro-red) pengangkut sampah lingkungan yang tidak semestinya. Seharusnya, sampah yang diangkut mereka ditimbun ke Depo Sampah Pasar Anyar. Tapi karena jarak mungkin, mareka membuangnya disini terutama pada malam hari.

 

Ternyata Ini Penyebab Penumpukan Sampah di Komplek Rusunawa Pemalang.
Ternyata Ini Penyebab Penumpukan Sampah di Komplek Rusunawa Pemalang.

” Pembuangan sampah ke sini saya pastikan pada malam hari. Karena di depo terdekat, jam 5 sore sudah tutup. Sementara depo sampah terdekat ke dua yang buka 24 jam mestinya Depo di Pasar Anyar. Tapi karena jaraknya dari sini ke Pasar Anyar lumayan jauh, jalan pintasnya ke sini,” jelasnya.

BACA JUGA :  Bus AKDP Kembali Operasional, Dishubkominfo Dinilai Diskriminatif

Selain itu, keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Armada, Toto menambahkan,  merupakan salah satu kendala terutama pada saat lebaran seperti sekarang. Ada lonjakan produksi sampah yang cukup besar di masa lebaran ini.

” Peningkatan produksi sampah mencapai sekitar 40 % dari hari biasanya. Rata-rata per hari sekitar 150 ton/hari dari sebelumnya pada hari normal paling banyak sekitar 110 ton/hari. Peningkatan produksi sampah ini diperkirakan akan terus terjadi hingga acara syawalan selesai,” tambahnya.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, petugas yang ada dimaksimalkan dengan lembur dengan rentang waktu lembur hingga dini hari. Adapun armada yang dikerahkan sebanyak 17 unit truk sampah.

” Insya Allah, pada tahun anggaran 2016 ini akan ada tambahan armada. Dengan begitu diharapkan dapat mengantisipasi persoalan pengangkutan sampah,” Tegasnya.