Wadah Pegawai KPK Dibentuk Abdullah Hehamahua, Tempat Berkembangnya Paham Taliban
Novel Baswedan Mantan Ketua WP KPK (Foto:Kompas.com)

NASIONAL, mediakita.co – Di KPK ada sebuah lembaga tidak resmi yang sangat kuat bernama Wadah Pegawai KPK (WP KPK). WP KPK adalah semacam serikat buruh di pabrik yang dibentuk oleh Abdullah Hehamahua. Abdullah Hehamahua pernah menjadi penaseihatnya sedangkan Novel Baswedan pernah jadi ketuanya.

Menurut penggiat media sosial Denny Siregar WP KPK adalah tempat berkembangnya paham Taliban hasil didikan Abdullah Hehamahua. Menurut Denny misi dari lembaga tersebut mengarah pada perjuangan politik akan berdirinya negara khilafah dengan KPK sebagai pusatnya.

‘Di dalam Wadah Pegawai KPK inilah berkembang paham Taliban hasil didikan Abdullah Hehamahua, yg kemudian arahkan KPK sesuai dgn misi politik mereka yg menuju negara khilafah. Ngeri kan ? Dulu, negara bhkn tdk bs menjangkau KPK, mrk spt negara dalam negara. Dan WPK ini centernya’ tulis Denny pada akun twitternya @https://twitter.com/Dennysiregar7, (4/5/2021).

Denny juga membeberkan bahwa WP KPK berfungsi juga sebagai pintu masuk perekrutan pegawai KPK, yang tentunya akan merekrut orang-orang yang sevisi dengan mereka. Selain itu WP KPK juga berguna menekan pimpinan di atasnya agar bisa bekerja sama dengan mereka.

BACA JUGA :  Megawati Bangga PDI Perjuangan Pecahkan Tiga Rekor MURI Sekaligus

‘Fungsi WP KPK ini salah satunya adalah perekrutan pegawai. Tentu pegawai yg direkrut itu harus sesuai misi mereka, dan harus tunduk. Selain itu WP KPK gunanya untuk menekan pimpinan atas spy mau bekerjasama sesuai arahan. Novel Baswedan pernah jadi pimpinan Wadah Pegawai ini’ tulis Denny lagi

Denny juga menyampaikan bahwa siapa pun pimpinan KPK yang tidak mau bekerja sama dengan mereka akan hajar habis. Denny memberikan salah satu contoh yaitu Brigjen Aris Budiman yang dihajar habis mereka karena tidak mau diajak kerja sama. Siapa pun yang tidak mau diajak kerja sama, menurut Denny akan distigma jadi koruptor.

‘Thn 2018, salah satu Dirdik Penyidikan KPK Brigjen Aris Budiman, dihajar habis karena ga mau bekerjasama. Aris Budiman teriak, “Akan saya bongkar oknum2 di dalam KPK..” Tapi gada yg peduli, krn dulu org percaya sama @KPK_RI jadi yg berlawanan dgn mrk distigma koruptor.’ tulis Denny lagi.

Hari ini KPK ramai diperbincangkan public Tanah Air termasuk di media sosial twitter karena sejumlah pegawainya ternyata tidak memiliki wawasan kebangsaan. Termasuk didalamnya Novel Baswedan yang dikenal sebagai anggota kubuh Taliban di KPK. (Prb/mediakita.co)