WASPADA: Brebes Zona Merah Covid-19

BREBES, mediakita.co – Kasus Covid-19 hingga saat ini terus meningkat di Kab. Brebes, Jawa Tengah, dan masuk ke dalam zona merah. Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab. Brebes, per Selasa 01/12/2020 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 1.625 orang. Sebanyak 265 orang dalam status perawatan, dan 473 orang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Sekda Pemkab Brebes, Djoko Gunawan mengatakan bahwa dalam dua minggu terakhir tren kasus positif Covid-19 di Kab. Brebes mengalami kenaikan signifikan. Kenaikan tersebut terdeteksi karena Dinkes gencar melakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) di lapangan. Dalam seminggu bisa mencapai 1.000 orang yang dites PCR.

Pembatasan Kegiatan Masyarakat

Menurut Djoko, “Semakin banyak tes PCR menjadi faktor yang mempengaruhi jumlah positif Covid-19. Upaya kita menggencarkan operasi kedisiplinan protokol kesehatan di masyarakat. Hingga saat ini sudah ada sebanyak 3.500 orang yang ditindak karena terjaring operasi yustisi disiplin bermasker.”

Lebih lanjut, Djoko menjelaskan bahwa untuk mengurangi terjadinya kerumunan, pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) di Brebes bakal diperketat, salah satunya dengan memadamkan lampu jalan.

BACA JUGA :  5 Pemuda Pemalang Boyong Delapan Gelar Juara Meme Nasional

“PKM akan diperketat. Kalau perlu lampu jalan di area publik akan dipadamkan agar tidak terjadi kerumunan,” kata Djoko di kantornya, Jl P Diponegoro, Brebes, pada Kamis 03/12/2020.

Kembali Ke Zona Merah

Sementara Ketua Komisi IV DPRD Brebes Muhaimin Sadirun mengingatkan kepada masyarakat agar tetap waspada. “Angka kasus positif Covid-19 kita terus naik dan status zona merah. Ini harus jadi perhatian serius kita bersama. Kami minta kepada masyarakat Brebes agar disiplin menerapkan protokol kesehatan seiring terjadinya lonjakan kasus Covid-19 sejak dua pekan belakangan,” kata Muhaimin pada Jumat 04/12/2020.

“Hanya dengan disiplin protokol kesehatan yang dapat menghambat laju penularan Covid-19. Ayo kita pakai masker dan menjaga jarak, cuci tangan,” ungkapnya. (Jun/Dnt)