Beredar Video Emak – Emak Apresiasi dan Nasihati Prabowo Subianto
https://nasional.tempo.co/read/1151488/cucu-pendiri-nu-janjikan-60-persen-suara-untuk-prabowo-sandiaga

Nasional, Mediakita.co. Sebuah video emak – emak beredar luas di media sosial apresiasi dan nasihati Prabowo Subianto. Ibu Muda itu tak menyebut nama dan tempat di mana ia membuat video tersebut. Dalam video berdurasi lima menit Ibu Muda yang mengenakan hijab itu mengawali ucapannya dengan mengatakan, ‘Kepada Bapak Prabowo Subianto selamat dalam pertarungan pencapresan bapak di Pilpres 2019 nanti, semoga rakyat ada yang memilih bapak dan bapak mendapatkan suara yang baik, saya sangat mengapresiasi hal ini dan bangga…’

Lalu Ibu Muda itu menyampaikan nasihatnya katanya, ‘Bapak, menjadi seorang pemimpin itu harus bisa menahan diri, harus bisa menahan emosi dan harus bisa menahan ambisi’. Ibu Muda ini berkata demikian karena menurutnya video – video Prabowo yang beredar di media – media sosial selalu menunjukkan emosi yang meledak – ledak khususnya ketika berbicara kepada media atau pun berpidato.

‘Mengumbar emosi di depan publik itu tidak baik, bagaimana bapak bisa memimpin Indonesia ini dengan baik kalau bapak mudah marah, bagaimana bapak bisa memimpin bangsa ini kalau tidak bisa menahan diri dan menahan kata – kata bapak. Bagaimana bapak bisa memimpin bangsa ini kalau ternyata bapak ambisi untuk menjadi pemimpin sedangkan bapak tidak mau mengubah kebiasaan bapak yang emosian dan tak bisa menahan diri’ nasihat Ibu Muda itu lagi.

Selain menasehati Prabowo dalam hal emosinya yang meledak – ledak, ia juga menyampaikan agar Prabowo menghormati bangsanya. Ia berkata, ‘Bapak untuk menjadi pemimpin bangsa ini, itu tidak mudah, satu ia harus menghormati bangsanya sendiri dan menghormati rakyat Indonesia’.

BACA JUGA :  Update Covid-19 27 Juli: Jumlah Kasus Positif Tembus 100 Ribu, Ini 5 Provinsi dengan Kasus Tertinggi

Ia pun menyentil agama Prabowo dan memintanya agar terbuka. Ia berucap, ‘Sebaiknya bapak terbuka saja, apakah memang betul beragama Islam maka tunjukkanlah keislaman bapak, atau bapak kembali ke agama asal bapak yang adalah Kristen dan harus bangga menjadi Kristen itu akan lebih baik’.

Nasihatnya tak sampai di situ, ia melanjutkannya dengan menasihati Capres Nomor Urut Dua itu mengenai ucapan – ucapannya yang selalu mengatakan Indonesia bubar, Indonesia punah dan negara miskin. Ia menasihati, ‘Ucapan adalah doa, sebaiknya pemimpin yang baik, tidak mengucapkan kata – kata itu. Jadi kalau bapak mengucapkan kata – kata itu berarti bapak bukanlah pemimpin yang baik untuk menjadi pemimpin bangsa ini, rakyat akan malas memilih bapak’.

Diakhir nasihatnya Ibu Muda yang sepertinya punya bayi itu menyampaikan agar bertanya kepada mertuanya dan SBY tentang pernyataannya yang mengatakan bahwa sistem bangsa ini rusak akibat pemimpin yang berpuluh – puluh tahun memimpin. Ia berkata, ‘Bapak, pemimpin yang berpuluh – puluh tahun yang memimpin bangsa ini dan merusak sistem itu seperti dalam pidato bapak,…itukan mertua bapak sendiri, bapak bisa tanyakan kenapa itu terjadi, lalu yang lama memimpin juga adalah Bapak SBY, bapak bisa tanyakan ke Pak SBY, kalau betul seperti yang bapak katakan kalau bangsa ini sistem pemerintahannya rusak’.

BACA JUGA :  Presiden Joko Widodo, Tegaskan Tak Setuju Jabatan Presiden dan Wakil Presiden Tiga Periode

Ia menasihati lagi agar Pasangan Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019 itu bicara pakai data dan fakta jangan asal biacara. Ia pun menyampaikan bahwa menyalahkan Jokowi dalam hal ini, itu tindakan yang salah karena menurutnya Jokowi baru empat tahun memerintah bukan berpuluh – puluh tahun. Ia berkata, ‘Kalau bapak bicara pakai data dan fakta jangan asal bicara. Kalau bapak menyalahkan Bapak Jokowi, itu salah. Karena Pak Jokowi belum berpuluh – puluh tahun, Pak Jokowi baru empat tahun, kalau bapak belajar angka empat tahun itu belum kata puluhan, kayaknya bapak perlu belajar berhitung lagi’.

Paling akhir dari nasihatnya Ibu Muda itu menasihati agar Prabowo juga belajar peta dunia terkait pernyataannya yang mengatakan Haiti itu masuk Negara Afrika. Ia juga protes kalau Indonesia disamakan dengan Negara – Negara Afrika yang miskin. Menurutnya Indonesia berbeda jauh dengan Negara Afrika, Indonesia jauh lebih kaya dari pada negara – negara lain.

Ia menutup katanya, ‘Saya bangga menjadi bangsa Indonesia, saya sangat cinta sama bangsa saya. Jadi apabila ada seseorang yang menyumpahi bangsanya bangkrut, bubar dan miskin atau punah, maka saya yakin rakyat pun tak akan mau memilih orang itu, termasuk saya. Saya lebih memilih pemimpin yang mau bekerja, yang punya etika sopan santun, yang menghormati bangsanya, yang mencintai bangsanya dan mencintai rakyatnya. Itulah pemimpin yang baik yang mempunyai satu agama. Terima kasih…’. PRB/Mediakita.co