Aneh Tapi Nyata: 3 Negara ASEAN Ini Memiliki Nol (0) Angka Kematian Covid-19
Foto : Ilustrasi

Internasional, Mediakita.co,- Saat ini semua negara di dunia sedang disibukan dengan perang melawan musuh bersama, Corona Virus Disease 19 (Covid-19). Begitu juga negara-negara yang ada di Asia Tenggara.

Seperti kita ketahui, selain Indonesia, ASEAN dihuni 9 negara lainnya, yakni: Brunei, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Dari ke-10 negara ASEAN yang saat ini berjuang menanggulangi Covid-19, hanya 3 yang menyatakan belum ada seorangpun meninggal akibat virus tersebut. Ketiga negara itu Kamboja, Laos dan Vietnam.

Menurut data worldometers.info, Senin (13/04/2020), pukul 11.00 WIB, diketahui Kamboja memiliki 122 kasus Covid-19, Laos 19, dan Vietnam 262. Ketiga negara tersebut hingga hari ini menyatakan tidak ada korban meninggal akibat Covid-19.

Data tersebut menarik jika dilihat dari letak geografis, dimana Laos dan Vietnam memiliki perbatasan langsung dengan daratan Cina, sedangkan Kamboja berbatasan langsung dengan Thailand. Info terkini, Thailand sendiri memiliki 2.551 kasus, dengan 38 korban meninggal.

Keberhasilan Vietnam mendapat catatan Asia Pasific Foundation. Dalam dalam laporannya APF menyebut, “Vietnam telah berhasil melakukan penelusuran melalui identifikasi cepat kontak infeksi berdasarkan klasifikasi Kementerian Kesehatan mengenai kasus COVID-19 yang terinfeksi, diduga, dan terpapar serta mobilisasi cepat para profesional kesehatan, petugas keamanan publik, militer, dan pegawai negeri sipil untuk menerapkan penelusuran”.

BACA JUGA :  Amankah Berhubungan Seks di Tengah Wabah Covid 19? Ini Penjelasannya.

Lebih lanjut, Vietnam menerapkan pengawasan ketat. Kementerian kesehatan negara telah bekerja dengan perusahaan teknologi untuk mengembangkan sistem pelaporan online di mana dugaan dan konfirmasi kasus COVID-19, serta orang-orang yang berhubungan dekat dengan mereka, dimasukkan ke dalam basis data yang tersedia secara real time kepada pemerintah di Hanoi. Selain itu, Kementerian Informasi dan Komunikasi (MIC) Vietnam juga telah memperkenalkan aplikasi seluler bernama NCOVI untuk memungkinkan masyarakat menyatakan keadaan kesehatan mereka setiap hari.

World Economic Forum (WEF) memberikan pujian kepada Vietnam atas respon cepat dalam menangani virus corona baru. WEF mencatat, “Vietnam menjadi negara partai tunggal, dengan layanan militer dan keamanan yang besar dan terorganisir … telah mampu membuat keputusan dengan cepat dan segera menetapkannya”.

Keberhasilan Vietnam memancing tanda tanya, Khang Vu lewat tulisannya di theinterpreter menyebut bahwa ada motif politik atas angka-angka itu. “Jumlah kecil infeksi dan nol kematian membantu Partai Komunis (CPV) mengatasi ketidakpercayaan rumah tangga sehubungan dengan krisis legitimasi baru-baru ini”, tulis Khang.

BACA JUGA :  Digadang Maju Pilkada Solo, Gibran Putra Jokowi Daftar Jadi Kader PDIP

Jauh hari sebelum hadirnya Covid-19, CPV berada di bawah tekanan dari para pembangkang. Bentrokan mematikan antara pemerintah dan penduduk desa atas sengketa tanah yang berlangsung lama terjadi pada awal Januari. Kritik selanjutnya mencerminkan masalah pelik negara itu dari para politisi yang berkolusi dengan para investor untuk mengambil tanah dari penduduk lokal dengan harga murah. Bentrokan itu memicu protes di media sosial dan mengakibatkan sensor skala besar.

Covid-19 memberi CPV kesempatan untuk merebut citranya positif setelah perampasan tanah dan tuduhan korupsi lainnya. Partai telah mengerahkan aparatur negara di semua tingkatan untuk memobilisasi pasukan keamanan dan petugas kesehatan untuk dengan cepat mengkarantina dan melacak puluhan ribu orang.

Pada saat yang sama, Vietnam berusaha memamerkan model berbiaya rendah namun efektif, dan membandingkan sejumlah kecil infeksi dan nol kematian dengan negara-negara Barat di media sosial untuk menggambarkan betapa tekad kuat CPV memerangi virus. (sf/Mediakita.co).