Kepemimpinan Perempuan untuk Advokasi Anggaran Pro Kesetaraan Jender
Kepemimpinan Perempuan untuk Advokasi Anggaran pro Kesetaraan Jender
NGANJUK, mediakita.co- Peringati Hari Perempuan Internasional, direktur Institut Sarinah Eva K Sundari menyambut gembira atas berbagai kegiatan pemberdayaan yang dilakukan oleh Rampak Sarinah di berbagai bidang yaitu ekonomi, sosial politik, dan budaya yang mencerminkan strategi pembangunan Trisakti.

“Kita rayakan peringatan hari perempuan internasional tahun 2021 ini dengan gembira sekaligus waspada karena situasi kesetaraan jender dipastikan memburuk akibat serangan pandemi covid 19,” kata Eva Sundari.

Hal itu disampaikan dalam kuliahnya bertopik “Tiada Kesetaraan Jender Tanpa Dukungan Anggaran” yang berisi ajakan perlunya Rampak Sarinah mengintervensi proses anggaran terutama di APBDesa agar responsif terhadap kebutuhan untuk mempersempit kesenjangan jender.

“Mengapa APBN, APBD maupun APBDes bisa laki-laki ? Karena kita tidak aktif memperjuangkan untuk responsif jender. Mari aktif di musrenbang-musrenbang dari desa hingga nasional,” seru Eva mengingatkan.

Peringatan Hari Perempuan Internasional pada Hari Minggu (7/3/21) tersebut dilaksanakan oleh Institut dan Rampak Sarinah secara daring. Peringatan tersebut mengangkat tema “Pancasila Bintang Penuntun Mencapai Kesetaraan Jender”.

BACA JUGA :  68 Ribu Pemudik Dihalau, Cegah Arus Balik Polri Sekat Sejumlah Jalan, Ini Lokasinya

Soft Launching Buku “Sarinah dan Puisi” karya GMNI Surabaya juga menjadi bagian acara peringatan pada hari itu. Ada parade pembacaan puisi oleh 13 pembaca dari berbagai daerah di Indonesia dan 1 satu dari Whasington DC, yaitu wartawan Voice of America, Eva Mazrieva.

Acara dimulai oleh paduan suara dari Rampak Sarinah Mojo, Kediri yang menyanyikan lagu Mars Rampak Sarinah. Para anggota dari Tulungagung kemudian mempersembahkan Tari Gambyong Mari Kangen yang ditarikan 25 orang.

Pembacaan puisi dilakukan secara berseling oleh para ketua Rampak Sarinah Kota Blitar (Amiek Suseno), Gondokusuman DiY (Emy Liana), Sulsel (Asmaeny Azis) dan beberapa tamu sahabat Institut Sarinah antara lain Ulia (GMNI Surabaya), Dian Fatwa (Politisi PAN), Venny Aryani (akademisi UI), 4 anggota Jala PRT (Suwartini, Fadilah, Rofiah dan Eny) serta 3 alumni GMNI yang male-feminis yaitu Prof Haryono (Waka BPIP), Chrisman Hadi (Ketua Dewan Kesenian Surabaya) serta Aji Barata (seniman Purwakarta).

BACA JUGA :  DPP GMNI Minta Jangan Ada Pihak Coba Tunggangi Aksi Mahasiswa

Ada beberpa video terkait kegiatan pemberdayaan Rampak Sarinah ditayangkan. Para anggota Rampak Sarinah Ngancar misalnya, menayangkan kegiatan menanam sayur secara hidroponik. Sedangkan Ramnpak Sarinah Tulungagung menayangkan video kegiatan mereka di bidang seni tradisional Jawa yaitu menari dan kerawitan. Sementara yang Sulsel mengunggah kegiatan bakti sosial mereka.

Acara yang dipimpin MC Dia Puspita ditutup dengan ajakan agar para perempuan tidak menggunakan filosofi hidup seperti lilin yang mengorbankan dirinya. “Mari berjuang untuk kesetaraan jender dengan Bahagia karena keduanya adalah hak para Sarinah, perempuan nasionalis Indonesia,” kata Dia Puspita menutup keseluruhan acara. (redaksi/mediakita.co)