Legenda Mbah Rusmadi Desa Cikendung Pemalang

PEMALANG, mediakita.co – Mbah Rusmadi, sosok lelaki tua yang oleh kebanyakan orang di Desa Cikendung, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang dianggap tidak waras. Namun dari apa yang diucapkannya, sering menjadi kenyataan.

Kehidupannya sederhana, dan cenderung tidak umum sesungguhnya. Pola berpikir mbah Rusmadi yang aneh, menjadikannya disangka mengalami gangguan jiwa. Kata-katanya out of the box, namun terjadi di kelak kemudian hari..

Mondar-Mandir Mengukur Jalan
Pada suatu saat, beberapa tahun lalu, Mbah Rusmadi mondar mandir menguur jalan dan berulang-ulang menginformasikan ke setiap orang yang dijumpainya, bahwa nanti akan dibangun saluran air dari Kali Naya hingga melewati Desa Cikendung.

Masyarakat Desa Cikendung menganggap apa yang dikatakan Mbah Rusmadi hanyalah perkataan ‘halu’. Namun, berapa tahun kemudian terbukti di Desa Cikendung dibangun saluran air hinga masuk ke desa.

Kisah saluran air, hanyalah salah satu dari banyak hal yang dikatakan Mbah Rusmadi. Kisah lain, akan sangat banyak ditemukan bila bertemu warga Dusun Batur Desa Cikendung terkait kisah legenda desa, Mbah Rusmadi.
Menurut keyakinan orang Desa Cikendung, Mbah Rusmadi bisa kurang waras gara gara mempunyai pusaka yang namanya Qur’an Stanbul. Benar atau tidaknya Allah huu’a’lam

BACA JUGA :  Jejak Sejarah Pangeran Purbaya “Banteng Mataram” di Pemalang

Pesona Wisata Desa Cikendung
Saluran air yang dibangun di Cikendung membawa perubahan besar bagi Desa dan masyarakatnya. Air bersih dan sanitasi yang baik menambah fasilitas desa untuk menata diri lebih baik.
Saat ini, di Desa Cikendung telah menjadi tempat wisata. Alamnya yang indah memberi kesan tersendiri bagi pengunjung. Bahkan, banyak foto-foto pesona wisata Desa Cikendung beredar melalui Instagram dan facebook, hasil selfie para pengunjung.

Salah satu spot menarik di Cikendung adalah hamparan sawah yang luas dan alami. Disamping itu terdapat kesenian tari tradisional Silakupang yang legendaris, tarian yang dibawakan oleh beberapa remaja perempuan dan lelaki, gerakan tari yang menarik.

Jejak Mbah Rusmadi
Telah sekian lama Mbah Rusmadi tidak terlihat. Ia seakan hilang ditelan bumi. Namun kenangan akan beliau tak akan lekang oleh waktu. Desa Cikendung yang saat ini menjadi destinasi wisata, tidak terlepas dari infrastruktur saluran air bersih, seperti yang dikatakan oleh Mbah Rusmadi dahulu.

Setiap desa memiliki legendanya masing-masing. Jika di Dieng ada nama Mbah Fanami, maka di Cikendung punya Mbah Rusmadi.

BACA JUGA :  Update Corona 29 Maret : Bertambah 130, Total Positif Corona Jadi 1.285 Orang. Sebanyak 5.816 Orang Telah Mendaftar Relawan

Penulis : Teguh Santoso