Mendikbud Buka Sekolah dengan Pembelajaran Tatap Muka, Ini Ketentuannya
Mendikbud Buka Sekolah dengan Pembelajaran Tatap Muka, Ini Ketentuannya

JAKARTA, mediakita.co-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memberi sinyal bakal kembali membuka pembelajaran tatap muka di sekolah diwilayah yang bertatus zona kuning corona. Keputusan ini diambil mengingat pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara berkepanjangan berdampak buruk bagi siswa.

Menurtnya, ada siswa yang terancam putus sekolah dan terpaksa bekerja karena tak memiliki kondisi PJJ yang optimal. Selain itu, terdaat kemungkinan persepsi orang tua menjadi berubah tentang peran sekolah. Karena proses belajar mengajar tidak optimal.

“Ancaman putus sekolah ini sesuatu yang riil dan bisa berdampak seumur hidup bagi anak-anak kita,” kata Nadiem dalam konferensi virtual, Jumat (7/08/2020).

Dalam kesempatan itu, pengumuman tersebut disampaikan dengan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo.

Nadiem menilai PJJ terbukti menurunkan capaian belajar siswa yang disebabkan oleh kesenjangan kualitas belajar antara siswa yang memiliki akses teknologi dan yang tidak. Selain, adanya kecenderungan peningkatan kekerasan pada anak selama PJJ diterapkan.

BACA JUGA :  Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1441 H, Jumat 24 April 2020

Mempertimbangkan hal tersebut, pemerintah memutuskan untuk membolehkan kembali pembelajaran tatap muka di sekolah diwilayah yang masuk zona kuning Covid-19. Menurut Nadiem, ada 43% peserta didik yang berada di dalam zona hijau dan kuning.

“Semua data mengenai zonasi kuning, hijau, dan lainnya itu berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19,” jelasnya.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, mayoritas zona dan hijau berada di wilayah daerah tertinggal dan terluar di Indonesia.

Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyebut ada 245 kabupaten dan kotamadya yang dikategorikan zona hijau dan kuning corona. Dari jumlah tersebut, 31 daerah masuk zona hijau karena belum terdampak corona.

Selain itu, 51 daerah lagi masuk zona hijau karena sudah tidak ada kasus Covid-19 baru dalam empat pekan terakhir.  Sementara, 163 kabupaten/kota yang masuk zona kuning.

“Ini akan bisa dilakukan kegiatan belajar tatap muka, tapi sesuai kebijakan Kemendikbud, polanya hampir sama dengan zona hijau,” jelas Doni.