Panglima TNI Nyatakan Seluruh Awak Kapal Selam KRI Nanggala 402 Gugur
Kapal selam KRI Nanggala-402, di Laut Jawa (Foto : ANTARA FOTO/Syaiful Arif/foc/17)

JAKARTA, mediakita.co- Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan seluruh awak KRI Nanggala-402 dinyatakan telah gugur. Pernyataan tersebut disampaikan berdasarkan sejumlah bukti otentik dari hasil pencarian KRI Nanggala-402 berdasarkan hasil citra bawah air secara visual menggunakan kamera.

Panglima TNI menyatakan, dikonfirmasi bagian dari KRI Nanggala yang meliputi kemudi vertikal belakang, jangkar, bagian luar badan tekan, hingga baju keselamatan awak kapal MK 11.

“Berdasarkan bukti-bukti otentik tersebut, dapat dinyatakan bahwa KRI Nanggala telah tenggelam dan seluruh awaknya telah gugur,” ujar Hadi dalam konferensi pers, Minggu (25/4).

Sebelumnya, Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa kapal selam milik TNI AL, KRI Nanggala-402, yang hilang kontak di perairan utara Bali, pada Rabu (21/4/2021) pukul 03.00 Wita,  telah dinyatakan sub sunk atau tenggelam. Kapal selam tersebut membawa 53 personel TNI AL.

Menurutnya, tim satgas SAR telah mengerahkan seluruh kemampuan sejak Sabtu (24/4) malam untuk memastikan keberadaan KRI Nanggala. Kemudian KRI Rigel melakukan pemindaian secara lebih akurat di lokasi menggunakan magnetometer.

BACA JUGA :  Jusuf Kalla Sebut Aksi Teror Dirancang Dari Rumah Kontrakan Bukan Di Masjid

“Telah diperoleh citra yang telah dikonfirmasi sebagai bagian dari KRI Nanggala-402 meliputi kemudi vertikal belakang, jangkar, bagian luar badan tekan, kemudi selam timbul, bagian kapal yang lain termasuk baju keselamatan awak kapal MK11,” kata Hadi.

Dengan demikian, gambaran bawah air dapat terbaca lebih detail. “Sehingga dapat menghasilkan citra bawah air yang lebih detail,” katanya.

Seperti dikethui, setelah empat hari pencarian intensif, sejumlah benda berhasil ditemukan di dekat lokasi tumpahan minyak, Sabtu (24/4/2021), kemarin. Sejumlah benda tersebut  antara lain pelurus torpedo, pipa pendingin dengan tulisan Korea Selatan, alas yang dipakai oleh ABK untuk beribadah, solar hingga pelumasan untuk naik turun periskop kapal selam.

Selain itu, terdapat serpihan sponge yang ditemukan. Sponge tersebut digunakan untuk menahan panas di dalam lambung kapal sehingga tidak terjadi kondensasi.

Tim Redaksi/mediakita.co