Pilkades E-Voting Pemalang Akan Jadi Wisata Demokrasi Pertama di Indonesia ?
Dua Calon Kades Kelangdepok terlihat bersalaman Sepakati Pilkades yang Aman dan Damai

PEMALANG, mediakita.co – Mungkin, ini Pilkades pertama yang dikemas dengan spririt wisata. Apa iya ? Lihat di Desa Kelangdepok, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, tanggal 25 September nanti. Pilkades disini akan menjadi wisata demokrasi yang penuh dengan kegembiraan.

Pasalnya, Pilkades di Desa Kelangdepok penuh dengan kebaruan. Selain model pemilihannya menjadi yang pertama dengan model elektronik (E-Voting), pilkades tersebut juga akan mengangkat  tema pesta demokrasi yang menggembirakan dan dikemas dengan “Lokal wisdom”.

Pesta demokrasi yang sesungguhnya pesta bagi rakyat, dikemas dengan berbagai acara yang menghibur. Panitia melihat pemilihan E-Voting sebagai yang pertama di Pemalang, ini sebagai momentum yang bakal menarik perhatian masyarakat, baik ditingkat desa, lokal maupun nasional.

” Ini peluang yang bagus. Pemilihan dengan E-voting itu sesuatu yang baru di Indonesia. Menurut informasi, beberapa daerah sekitar maupun dari daerah luar  provinsi akan melihat pelaksanaan pilkades E-Voting di Pemalang,” jelas Anggoro Adi Atmojo, ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kelangdepok.

Berdasarkan informasi itu, menurut Anggoro, pihaknya bersama dengan panitia pilkades setempat mencoba mencari terobosan. Disepakati, Pilkades dengan E-Voting di desanya dikemas semenarik mungkin dengan mengeksplor semua potensi asli daerah Kabupaten Pemalang terutama potensi Desanya serta Desa sekitarnya.

BACA JUGA :  Kades Siremeng Sangkal Adanya Penganiayaan di Bukit Samoan

Anggoro menjelaskan, Pilkades E-Voting di Desanya bakal menarik dan pas untuk wisata demokrasi.  Semua potensi seni budaya lokal, akan kami tampilkan. Bukan sekedar sebagai atribut panitia.

” Kemasan Pilkades lain dari yang lain, berlaku di setiap proses pilkades. Dalam cara kampanye misalnya, panitia menentukan kampanye calon kades dengan cara melakukan kerja bakti dilingkungannya. Seperti membersihkan lingkungan desa, mengecat jalan umum serta kegiatan sosial lainnya,” kisahnya.

Masih dikatakannya, sebagai gambaran nanti,  calon dari rumah berangkat ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), naik andong didampingi dua anggota BPD dengan berpakaian adat Jawa dan seorang punakawan yang diiringi musik rebana,” ungkapnya saat berbincang dengan mediakita.co

Sementara menunggu kedatangan calon Kades, tambah Anggoro, untuk menghibur para pemilih, di TPS disediakan hiburan tradisional seperti calung dan hiburan tradisional lainnya. Sesampainya dilokasi (TPS) calon Kades akan diterima oleh ki Semar (Lambang Pitutur/kebajikan), diberi kalung bunga kehormatan oleh dua putri domas, serta akan dihibur dengan tari Gambyong.

” Bagi Pemilih lansia, akan dibantu oleh para punakawan. Tidak hanya disitu, para pemilih yang telah menggunakan hak pilihnya juga akan di suguhi makanan dan minuman khas secara gratis, serta pengobatan gratis, donor darah dan Bazar produk-produk Usaha Kecil Menengah (UKM) asli dari desa sekitar,” tandasnya.

BACA JUGA :  Jokowi : Pejabat BPN Jangan Persulit Warga dan Terima Pungli

Redaksi : mediakita.co