Presiden Joko Widodo, Tegaskan Tak Setuju Jabatan Presiden dan Wakil Presiden Tiga Periode

Bagikan Artikel

Jakarta, mediakita.co – Akhir – akhir ini berhembus rencana Amandemen UUD 1945. Seiring dengan itu berhembus isu rencana jabatan presiden menjadi tiga periode. Usulan jabatan presiden menjadi tiga periode bukan tanpa alasan, hal ini dihembuskan oleh mereka yang pro revisi agar presiden bisa menuntaskan pembangunan.

Isu tentang jabatan presiden tiga periode pertama kali dihembuskan oleh pengamat intelejen Suhendra Hadikuntono. Kuntono mengusulkan agar MPR merevisi Pasal 7 UUD 1945 agar presiden dan wakil presiden bisa menjabat tiga periode.

“Tanpa kesinambungan kepemimpinan Presiden Jokowi lima tahun lagi setelah 2024, saya khawatir berbagai proyek strategis nasional, salah satunya pemindahan ibu kota negara, tidak akan berjalan sesuai rencana. Jadi saya mengusulkan agar MPR mempertimbangkan untuk mengamandemen UUD 1945, khususnya agar presiden bisa menjabat tiga periode,” jelas Suhendra beberapa waktu lalu.

Isu ini kemudian menggelinding seperti bola liar dan ditanggapi negative oleh beberapa pihak salah satunya adalah Fadli Zon Wakil Ketua Umum Gerindra. Fadli menilai rencana jabatan presiden tiga periode akan mengacaukan negara karena itu ia berharap agar dihentikan.

BACA JUGA :  Sah, Puan Maharani dari PDI Perjuangan Resmi Jadi Ketua DPR RI Periode 2019 - 2024

“Ini wacana yang bahaya bagi demokrasi kita, harus dihentikan karena akan picu kontroversi dan kegaduhan. Jangan sampai ada orang yang mencoba-coba mau tiga periode, kacau nanti negara kita,” ungkap Fadli di Jakarta (23/11).

Menanggapi isu rencana revisi UUD 1945 agar presiden dan wakil presiden bisa menjabat tiga periode Presiden Joko Widodo menilai ada yang sedang mencari muka kepadanya.

‘Kalau ada yang mengusulkan jadi tiga. Menurut saya, satu ingin menampar muka saya, ingin cari mukan dan menjerumuskan, itu saja. Jadi lebih baik gak usah amandemen. Kita konsentrasi saja ke tekanan internal yang tidak mudah diselesaikan’ ungkap Jokowi di Istana Negara.

Seolah belum puas dengan pernyataannnya itu Presiden Jokowi kembali menegaskan bahwa ia tidak setuju dengan isu tersebut melalui akun twitternya https://twitter.com/jokowiJokowi. Jokowi juga menyampaikan bahwa usulan itu menjerumuskan dirinya.

‘Saya adalah produk pemilihan langsung berdasarkan UUD 1945 pasca reformasi. Posisi saya jelas; tak setuju dengan usul masa jabatan presiden tiga periode. Usulan itu menjerumuskan saya’ tulis Jokowi.

BACA JUGA :  Adian Napitupulu: Mudahkan Impor Alat Medis Covid-19, Atau Bersiap Banjir Kematian

Ia pun menghimbau agar bangsa ini fokus dan konsentrasi menghadapi tekanan – tekanan eksternal yang tidak mudah diselesaikan.

‘Saat ini lebih baik kita konsentrasi melewati tekanan eksternal yang tidak mudah diselesaikan’ tulis Jokowi selanjutnya. – Prb/mediakita.co

Tinggalkan Balasan

Next Post

Masalah Dugaan Pencurian Usia HBFC, Berikut Kata Praktisi Hukum

Sel Des 3 , 2019
Bagikan ArtikelJakarta, mediakita.co – Akhir – akhir ini berhembus rencana Amandemen UUD 1945. Seiring dengan itu berhembus isu rencana jabatan presiden menjadi tiga periode. Usulan jabatan presiden menjadi tiga periode bukan tanpa alasan, hal ini dihembuskan oleh mereka yang pro revisi agar presiden bisa menuntaskan pembangunan. Isu tentang jabatan presiden […]